Vaksin Flu pada Bayi Yang Harus Orang Tua Ketahui

“Bagi tiap anak yang berusia di atas 6 bulan, harus melaksanakan vaksin flu. karena hal itu sangat penting, ada beberapa poin yang perlu diketahui orang tua dalam vaksinasi tersebut.”

Jumlah vaksin yang direkomendasikan untuk bayi bisa sangat banyak bagi orang tua baru. Meski begitu, terdapat satu hal yang tidak perlu dikhawatirkan. Yakni, mendapatkan vaksin flu yang sangat aman untuk bayi berusia 6 bulan ke atas.  

Hal tersebut juga penting untuk mencegah komplikasi terkait flu yang menakutkan. Di antaranya, pneumonia dan dehidrasi yang dapat muncul pada anak-anak di bawah 5 tahun. Karen aitu, inilah hal yang perlu Anda ketahui tentang suntikan flu untuk bayi. 

Mengapa vaksin flu diperlukan oleh bayi? 

Anak-anak kecil yang terkena flu mendapatkan pneumonia pada tingkat yang lebih tinggi daripada anak-anak yang lebih tua dan dapat mengalami dehidrasi lebih mudah. Bahkan, mereka dapat mengalami infeksi telinga, masalah sinus, dan kondisi yang memburuk seperti asma atau penyakit jantung. 

Sejak 2010, komplikasi terkait flu telah mengakibatkan 7.000 hingga 26.000 rawat inap per musim flu pada anak-anak di bawah 5 tahun, menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC).  Flu juga dapat mengakibatkan kematian dalam kasus yang jarang terjadi. Diperkirakan, terdapat 130 hingga 1.200 anak di bawah 18 tahun yang telah meninggal karena flu setiap tahun sejak 2010. 

Karena itulah, bayi yang divaksinasi memiliki kemungkinan lebih kecil untuk tertular flu. bahkan, apabila mereka terkena flu, vaksin flu dapat membuat penyakitnya tidak terlalu parah sehingga mengurangi risiko rawat inap dan kematian. 

Bagaimana efek samping vaksin flu pada bayi?

Sebenarnya, vaksin flu tidak mengakibatkan anak atau bayi bisa mengalami flu. Sebab, sebagian besar suntikan dibuat dengan virus yang tidak aktif atau mereka menggunakan satu gen dari virus flu (berlawanan dengan virus lengkap) menurut CDC. 

Namun, tak dimungkiri bahwa bayi Anda mungkin mengalami efek samping ringan, termasuk demam ringan, nyeri, dan nyeri atau kemerahan di dekat tempat suntikan. Gejala ini hanya berlangsung satu atau dua hari. 

Ada pula reaksi alergi yang serius, yang biasanya dikaitkan dengan protein telur dalam suntikan, jarang terjadi. Namun, apabila anak Anda mengalami masalah pernapasan, gatal-gatal, pusing, detak jantung yang dipercepat, hingga gejala mengkhawatirkan lainnya, segera beri tahu dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat. 

Amankah vaksin flu pada bayi? 

Meskipun vaksin flu untuk bayi mampu mengurangi risiko banyak komplikasi kesehatan, beberapa orang tua khawatir tentang thimerosal dalam vaksin. Sebab, pengawet berbasis merkuri ini sebelumnya telah dikaitkan dengan autisme pada anak kecil. 

Pada kenyataannya, penelitian demi penelitian terus membuktikan adanya hubungan antara thimerosal dalam vaksin dan autisme pada anak-anak. Selain itu, saat ini hanya vaksin flu yang dikemas dalam botol multidosis yang mengandung thimerosal dan orang tua selalu dapat meminta alternatif yang bebas thimerosal. 

Bahkan, berbagai penelitian menunjukkan bahwa risiko yang terkait dengan bayi tertular flu jauh lebih buruk daripada efek samping apa pun yang mungkin terjadi akibat suntikan.  

Kapan waktu yang tepat untuk vaksinasi flu pada bayi? 

Penting diketahui bahwa bayi yang berusia di bawah 6 bulan tidak dapat menerima vaksin flu karena sistem kekebalannya belum cukup kuat. Meski begitu, mereka yang berusia lebih dari 6 bulan harus mendapatkan vaksin setiap musim untuk mencegah komplikasi kesehatan dan menyebarkan penyakit kepada orang lain. 

Perlu diketahui juga bahwa terdapat dua jenis vaksin flu vaksin flu pada bayi. Yakni, vaksin flu yang disetujui untuk siapa saja yang berusia 6 bulan ke atas serta vaksin flu semprot hidung yang disetujui untuk orang berusia 2 hingga 49 tahun tanpa masalah medis mendasar seperti asma. Dengan begitu, bayi Anda kemungkinan besar akan menerima suntikan flu.

Apabila anak Anda berusia kurang dari 9 tahun dan belum pernah menerima vaksinasi flu, mereka akan membutuhkan dua dosis. Dosis kedua, yang diberikan sekitar satu bulan setelah yang pertama, memberikan waktu bagi sistem kekebalan anak Anda yang belum matang untuk merespons. 

Penting juga untuk dicatat bahwa vaksin flu tidaklah sempurna. Sebab, vaksin dibuat untuk menargetkan virus yang paling mungkin mengakibatkan penyakit setiap tahun sehingga tingkat keberhasilannya biasanya berkisar antara 40 persen hingga 60 persen.  Meski begitu, penurunan risiko penyakit layak mendapatkan vaksin flu untuk bayi. 

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*