Tidak Kunjung Haid Setelah Nifas, Normalkah?

Kehamilan terjadi ketika sel telur dibuahi sperma. Telur yang telah dibuahi akan turun ke dalam lahir tempat di mana implantasi terjadi. Jika implantasi sudah terjadi maka kehamilan berhasil terjadi. Kehamilan berlangsung sampai 40 minggu dan selama itu juga, siklus menstruasi Anda akan terhenti. Dan Anda akan menjalani haid setelah nifas sekitar 40 hari atau 24 minggu setelah melahirkan.

Tidak Haid Setelah Nifas Apakah Normal?

Jika menyusui bayi secara langsung, maka Anda bisa tidak mendapatkan haid meskipun masa nifas sudah selesai. Kapan waktu haid tiba pun tidak bisa dipastikan karena setiap wanita bisa berbeda-beda. Namun normalnya, wanita bisa tidak mengalami haid selama enam bulan bahkan lebih. Sedangkan wanita yang tidak menyusui secara langsung bisa mendapatkan haid enam hingga delapan minggu setelah melahirkan.

Tidak haid selama setahunbisa jadi gejala penyakit kronis

Wanita menyusui bisa tidak mendapatkan haid setelah nifas karena berhubungan dengan hormon prolaktin. Hormon tersebut berperan untuk memproduksi ASI dan menekan hormon reproduksi.

Setelah melahirkan, seorang ibu normalnya mengalami siklus menstruasi 21 hingga 35 hari. Dan pendarahan yang dapat berlangsung 2 hingga 7 hari. Bahkan siklus menstruasi bisa berubah setiap bulannya.

Apakah Hal Tersebut Bisa Mencegah Kelahiran?

Karena menyusui bisa menekan hormon reproduksi, maka banyak pasangan yang menggunakannya sebagai metode KB alami atau yang dikenal dengan Lactational Amenorrhea Method (LAM). 

Namun berapa lama menyusui eksklusif bisa menunda kehamilan bervariasi karena bergantung tentang seberapa sering dan teratur Anda menyusui bayi Anda. Metode LAM bisa efektif jika:

  • Bayi berusia di bawah 6 bulan.
  • Anda memberikan ASI eksklusif langsung tanpa perantara.
  • Menyusui di malam hari.
  • Bayi menyusu sekitar 6 kali sehari
  • Menyusui minimal 60 menit dalam sehari.

Anda juga akan kesulitan memprediksi kapan masa subur Anda tiba karena haid setelah nifas yang tidak kunjung datang. Masa ovulasi Anda mungkin bisa datang sebelum haid dimulai, karena itu menyusui secara eksklusif tidak bisa menjadi jaminan bahwa Anda tidak benar-benar bisa hamil.

Banyak kejadian kehamilan tidak direncanakan khususnya pada ibu yang memiliki bayi berusia di atas enam bulan. Karena di usia tersebut, frekuensi bayi menyusui sudah mulai berkurang karena mereka sudah mulai mengonsumsi makanan pendamping ASI (MPASI).

Jika haid setelah nifas sudah kembali, maka kemungkinan Anda untuk hamil bisa terjadi. Dan jika Anda tidak menginginkan kehamilan, maka Anda harus menggunakan alat kontrasepsi.

Alat kontrasepsi memiliki dua macam yaitu hormonal dan non hormonal. Pilihan alat kontrasepsi hormonal seperti:

  • Pil KB atau pil kombinasi yang wajib diminum setiap hari dengan kandungan hormon. estrogen dan progestin.
  • Melakukan suntik progesterone per tiga bulan sekali.
  • Alat kontrasepsi bawah kulit atau KB susuk atau implan.

Sedangkan alat kontrasepsi non hormonal seperti:

  • Alat kontrasepsi dalam rahim atau IUD.
  • Kondom.

Periode menstruasi Anda mungkin akan mengalami perubahan, tidak sama seperti Anda sebelum hamil. Tubuh Anda akan menyesuaikan diri dengan siklus menstruasi yang baru dengan perubahan seperti:

  • Kram menstruasi yang bisa lebih ringan atau bahkan lebih parah dari biasanya.
  • Siklus haid yang tidak teratur.
  • Munculnya gumpalan darah kecil.
  • Aliran darah yang bisa lebih berat.

Ada beberapa hal yang juga harus Anda waspadai terutama jika pendarahan haid lebih dari tujuh hari dan terdapat gumpalan darah besar serta jika Anda harus terpaksa mengganti pembalut setiap jam.

Pada dasarnya ibu yang memberikan ASI eksklusif pada anaknya akan mengalami keterlambatan haid setelah nifas. Namun jika Anda tidak menyusui atau berhenti menyusui namun haid tidak kunjung muncul, Anda harus segera memeriksakan ke dokter.

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*