Perbedaan Karang Gigi dan Plak

karang gigi

Gigi manusia sangat kuat. Tertutup oleh enamel, zat paling keras di dalam tubuh Anda, gigi dapat melawan berbagai macam hal, mulai dari makanan keras dan panas, hingga minuman dingin.

Namun, apabila Anda mengijinkan plak untuk menumpuk dan mengeras, Anda akan berisiko tinggi memiliki karang gigi. Karang gigi dapat merusak kesehatan gigi dan menyebabkan penyakit gusi.

Oleh karena itulah sangat penting untuk mengetahui perbedaan plak dan karang gigi, bagaimana cara mencegah keduanya, dan apa yang perlu Anda lakukan jika melihat adanya penumpukan di gigi. 

Plak dan karang gigi

Plak gigi merupakan sesuatu yang kita miliki di gigi. Ini adalah lapisan lengket dan lunak yang menumpuk di permukaan gigi setelah bakteri bercampur dengan air liur dan makanan. Menurut Asosiasi Gigi Amerika (ADA), plak menganung lebih dari 500 spesies bakteri, beberapa di antaranya adalah bakteri baik, namun ada pula yang tidak baik bagi kesehatan mulut Anda. Bakteri yang berbahaya akan memproduksi asam setelah Anda makan dan minum. Hal ini khususnya terjadi pada kasus di mana Anda mengonsumsi makanan atau minuman yang manis. Asam tersebut akan menyerang lapisan enamel gigi, yang jika dibiarkan, dapat menyebabkan gangguan serius baik untuk gigi maupun kesehatan keseluruhan Anda. Jika plak tidak dibersihkan, plak dapat mengeras pada gigi dan menyebabkan karang gigi. Penumpukan plak dan karang gigi tersebut dapat menyebabkan gusi melunak dan bengkak, yang mana merupakan tahapan pertama penyakit gusi. Untuk mencegah penumpukan plak, sangat penting untuk menggosok gigi dua kali sehari, melakukan flossing setiap hari, membatasi konsumsi makanan dan minuman yang manis (atau menyikat gigi setelah mengonsumsi minuman/makanan manis), serta selalu mengunjungi dokter gigi setiap 6 bulan sekali untuk pemeriksaan dan pembersihan rutin. 

Kebersihan gigi dan mulut adalah kunci pencegahan karang gigi. Jika Anda tidak mengikuti protokol harian menyikat gigi dan melakukan flossing, plak dapat menetap di gigi dalam waktu lama. Ketika hal ini terjadi, plak akan berpadu bersama mineral di air liur dan akhirnya membentuk karang gigi. Karang gigi akan melepisi lapisan luar gigi. Karang gigi juga dapat duduk di bawah garis gusi. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), hal ini membuat karang gigi lebih sulit untuk dibersihkan. Setelah tartar menyebar di bawah garis gusi, dokter gigi akan perlu membersihkannya guna mencegah penyakit periodontal. Penyakit periodontal, pada tahapan awal, dikenal dengan sebutan gingivitis. Gejala gingivitis di antaranya adalah gusi yang bengkak, berdarah, dan memerah. Jika dibiarkan dan tidak diobati, gingivitis dapat berubah menjadi lebih parah dan mengakibatkan periodontitis. Ketika hal ini terjadi, gusi dapat tertarik dari gigi, dan menyebabkan gigi goyah hingga tanggal. 

Cara terbaik pencegahan karang gigi adalah dengan memastikan Anda membersihkan plak dengan rutin. Plak dapat mengeras dan berubah menjadi karang gigi hanya dalam hitungan jam saja.

Oleh karena alasan inilah Anda disarankan untuk rajin menyikat gigi dua kali sehari dan melakukan flossing sekali dalam sehari. Selain itu, Anda perlu membatasi konsumsi makanan dan minuman manis. Jika Anda mengonsumsi makanan dan minuman manis, cobalah untuk menyikat gigi dan melakukan flossing setelahnya. Selain itu, apabila Anda rentan menderita gigi berlubang, bicarakan dengan dokter gigi seputar dental sealant. Ini adalah lapisan tipis yang dioleskan pada geraham. Menurut CDC, sealant dapat melindungi gigi Anda dari gigi berlubang selama 2 tahun sebesar 80 persen.

Tags: ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*