Mengenal 6 Tipe Amiloidosis Beserta Faktor Risikonya

Amiloidosis merupakan penyakit langka namun bisa mengancam jiwa, di mana gejalanya sangat umum dak tidak khusus sehingga kemungkinan telat didiagnosis. Kondisi amiloidosis terjadi karena adanya penumpukan protein abnormal yang disebut amiloid di organ dan jaringan di seluruh tubuh.

Penumpukan protein amiloid (deposit) tersebut dapat mempersulit organ dan jaringan untuk bekerja dengan baik. Tanpa diberikan pengobatan, hal ini dapat berakibat fatal dengan menyebabkan kegagalan organ.

Organ yang mungkin terpengaruh termasuk jantung, ginjal, hati, limpa, sistem saraf dan saluran pencernaan. Gejala dari penyakit ini baru akan nampak saat kondisi sudah dalam tahap lanjut. Ada 6 tipe amiloidosis yang terbagi berdasarkan penyebabnya.

Berikut 6 tipe amiloidosis beserta faktor risiko yang mengikutinya.

Tipe amiloidosis

  • Amiloidosis AL (amiloidosis rantai ringan imunoglobulin)

Amiloidosis AL atau amiloidosis primer adalah jenis yang paling umum. AL adalah singkatan dari “amiloid light chains“, jenis protein yang bertanggung jawab atas kondisi tersebut. Berdasar WebMD, penyebabnya tidak diketahui, tetapi bisa terjadi ketika sumsum tulang membuat antibodi abnormal yang tidak dapat dipecah. Kondisi ini juga bisa terkait dengan kanker darah yang disebut multiple myeloma. Amiloidosis AL dapat mempengaruhi ginjal, jantung, hati, usus, dan saraf.

  • Amiloidosis AA 

Jika tipe AL adalah primer, amiloidosis AA dikenal dengan sekunder. Dalam amiloidosis AA, terjadi sebagai akibat dari penyakit infeksi atau inflamasi kronis, seperti rheumatoid arthritis, penyakit Crohn, atau kolitis ulserativa. Ginjal adalah organ yang paling dipengaruhi, saluran pencernaan, hati, dan jantung Anda juga bisa terpengaruh kondisi ini. AA berarti protein tipe A amiloid.

  • Dialysis-related Amyloidosis (DRA)

Amiloidosis terkati dialisis lebih sering terjadi pada pasien yang telah menjalani dialisis selama lebih dari 5 tahun dan pada orang dewasa yang lebih tua. Penyebabnya adalah deposit mikroglobulin beta-2 yang menumpuk di dalam darah. Deposit atau amiloid ini dapat menumpuk di banyak jaringan yang berbeda, tetapi paling sering mempengaruhi tulang, sendi, dan tendon yang akhirnya menyebabkan rasa sakit dan kekakuan.

  • Amiloidosis familial atau herediter

Sesuai namanya, tipe ini diturunkan melalui keluarga atau oleh mutasi pada gen yang berjalan dalam keluarga. Tipe ini langka dan sering mempengaruhi hati, saraf, jantung, dan ginjal. penyakit amiloid yang lebih tinggi kemungkinan banyak menyebabkan cacat genetik. Protein abnormal transthyretin (TTR) adalah penyebabnya.

  • Amiloidosis sistemik terkait usia (pikun) 

Penyakit tipe satu ini paling sering terjadi pada pria dengan usia yang lebih tua, tepatnya di atas usia 70 tahun dan disebabkan oleh deposit TTR normal tetapi menghasilkan amiloid di jantung dan jaringan lain. kondisi ini juga dapat menyebabkan sindrom terowongan karpal atau CTS (carpal tunnel syndrome).

  • Amiloidosis spesifik organ 

Amiloidosis tipe yang terakhir ini disebabkan oleh deposit protein amiloid pada organ tunggal, termasuk kulit (cutaneous amiloidosis), kandung kemih, tenggorokan atau paru-paru. Diagnosis yang benar amat penting agar perawatan yang bisa mempengaruhi seluruh tubuh dapat dihindari. Meskipun beberapa jenis endapan amiloid telah dikaitkan dengan penyakit Alzheimer, tetapi otak jarang terpengaruh oleh amiloidosis yang terjadi di seluruh tubuh.

Faktor Risiko Amiloidosis

Kondisi tertentu pada tubuh Anda bisa bisa menjadi faktor yang meningkatkan risiko amiloidosis. Faktor-faktor tersebut adalah:

  • Anda yang berjenis kelamin pria akan lebih sering terkena amiloidosis. Risiko Anda untuk amiloidosis meningkat seiring bertambahnya usia. Amiloidosis mempengaruhi 15% pasien dengan bentuk kanker yang disebut multiple myeloma
  • Merupakan pasien penyakit ginjal stadium akhir yang menjalani dialisis untuk waktu yang lama
  • Usia yang semakin tua, antara 60 dan 70 tahun, memiliki risiko tinggi terjangkit amiloidosis, meskipun onset lebih awal terjadi
  • Memiliki penyakit infeksi atau inflamasi kronis yang bisa meningkatkan risiko AA amiloidosis
  • Sejarah atau riwayat kesehatan keluarga
  • Ras juga bisa menjadi faktor risiko, orang-orang keturunan Afrika berisiko lebih tinggi membawa mutasi genetik yang terkait dengan jenis amiloidosis yang dapat membahayakan jantung atau amiloidosis herediter

Amiloidosis terbagi dalam enam tipe berdasarkan penyebabnya, yang mana bisa dari gen keturunan, penyakit tertentu, dan usia. Tentunya orang-orang dengan penyakit dan riwayat kesehatan keluarga amiloidosis menjadi orang yang paling tinggi berisiko amiloidosis. Bahkan pria lebih sering terjangkit penyakit ini dibanding dengan wanita.

Informasi lebih banyak tentang amiloidosis dapat Anda temui di website dan aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Anda juga bisa berdiskusi dengan dokter secara langsung melalui chat di aplikasi SehatQ. Download aplikasinya sekarang di App Store dan Play Store.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*