Kenali Stunting, Masalah Gizi di Indonesia

masalah gizi di indonesia

Salah satu masalah gizi di Indonesia yang cukup pelik adalah stunting. Pasalnya menurut data World Health Organization, 1 dari 3 anak balita di Indonesia teridentifikasi mengalami stunting. Di mana mereka mengalami pertumbuhan tinggi badan yang tidak optimal sehingga menjadi lebih pendek daripada tinggi badan anak-anak seumurannya. 

Prevalensi stunting yang tinggi tak pelak bakal membuat para orang tua waswas mengenai apakah anaknya mengalami masalah gizi yang satu ini atau tidak. Namun, masih banyak juga kelompok orang tua yang tidak peduli anaknya mengalami stunting atau tidak pada usia sebelum 5 tahun, yang terpenting adalah bagaimana mengejar tinggi badan anak ketika usianya memasuki remaja dan dewasa. Apakah Anda termasuk di salah satu orang tua yang khawatir soal stunting ini atau justru termasuk yang tidak peduli? 

Menjadi sangat penting untuk mengenali dan memahami stunting secara lebih jauh. Tujuannya agar Anda tidak memiliki kekhawatiran yang berlebihan, namun tidak abai karena ini merupakan masalah gizi yang bisa mempengaruhi masa depan sang buah hati. Berikut ini adalah berbagai fakta soal stunting yang sebaiknya Anda ketahui. 

Bukan Hanya Menyangkut Tinggi 

Jangan memandang bahwa stunting hanya perihal ketidakoptimalan tinggi badan yang terjadi pada anak di 1000 hari kehidupannya. Lebih daripada itu, stunting menjadi sangat penting dihindari karena kondisi masalah gizi ini bisa membuat perkembangan otak terhambat sampai pada rusaknya organ-organ penting tubuh. Pasalnya, tinggi badan yang tidak bertumbuh optimal lebih dikarenakan karena kekurangan gizi kronis, yang juga berdampak pada perkembangan fungsi otak maupun bagian tubuh lainnya. 

Anak Pendek Belum Tentu Stunting

Jangan langsung menyimpulkan anak Anda mengalami stunting apabila belum berkonsultasi ke dokter dan menjalani sejumlah pemeriksaan. Stunting memang dapat mempengaruhi tinggi badan anak sehingga tampak pendek. Namun, pendek atau tidaknya anak juga dipengaruhi oleh genetik. Karena alasan inilah, sejumlah anak pendek nyatanya memiliki gizi yang baik sehingga tidak terkategori stunting. 

Stunting dari Lahir  

Stunting bisa menimpa anak bahkan dari dia baru lahir. Stunting pun dianggap sebagai masalah gizi di Indonesia yang pelik karena dari 5 juta kelahiran bayi tiap tahun; sebanyak 1,2 juta bayi lahir dengan kondisi stunting di mana panjangnya tidak mencapai 45 sentimeter dan beratnya kurang dari 2.500 gram untuk kondisi kelahiran cukup bulan. 

Pencegahan lewat Gizi dan Sanitasi 

Cara mencegah stunting yang terbaik adalah memberi asupan gizi yang berimbang kepada anak. Jika memungkinkan, berilah anak ASI untuk meminimalkan risiko stunting. Selain itu, higienitas dari sanitasi juga perlu dilakukan untuk mencegah stunting. Pasalnya dengan sanitasi yang baik, risiko anak sakit sehingga membuat asupan gizi hanya habis untuk memulihkan kondisi tubuh menjadi lebih besar. 

Masalah Negara Berkembang 

Hampir semua negara berkembang bermasalah dengan stunting, tidak terkecuali  di Indonesia. Tingkat pendapatan yang rendah, pengetahuan orang tua yang terbatas soal asupan gizi, sampai lingkungan rumah yang kotor membuat risiko stunting menjadi demikian besar. Masalah-masalah ini pula yang terjadi di Indonesia sampai stunting menjadi masalah gizi di Indonesia yang tidak kunjung selesai. 

Penurunan Prevalensi 

Sebenarnya, sudah ada penurunan prevalensi masalah gizi di Indonesia yang satu ini. Angka prevalensi di atas 30 persen merupakan hasil survei dari tahun 2018. Sementara itu, pada tahun 2019, prevalensi angka stunting berada di angka 27,67 persen. Namun, angka ini masih terlampau tinggi karena WHO menargetkan prevalensi stunting di suatu negara tidak lebih dari 20 persen. 

Setengah Orang Dewasa Pernah Stunting 

Anak yang mengalami stunting pada masa kecilnya tetap bisa tinggi. Nyataya menurut data World Bank, sebanyak 54 persen angkatan kerja di dunia merupkan penyintas stunting. Di mana tinggi badannya masih bisa terus berkembang dan tampak normal. 

Tingkatkan Risiko Kemiskinan 

Masalah stunting menjadi perhatian dunia karena masalah gizi ini meningkatkan risiko kematian. Tidak tanggung-tanggung, balita-balita di negara berpenghasilan rendah dan menengah yang mengalami stunting memiliki risiko kemiskinan sampai 43 persen. 

Sekarang sudah lebih paham mengenai masalah gizi di Indonesia yang satu ini, bukan? Bagaimanapun tindakan pencegahan dari anak di dalam perut Anda menjadi kunci untuk menghindari stunting dan menjamin masa depannya lebih baik. 

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*