Inilah Akibat Sering Onani Yang Dapat Menganggu Kesehatan Anda!

Akibat sering onani dapat berdampak pada kesehatan mental yang mengakibatkan frustasi.

Onani merupakan hal wajar yang bisa dilakukan oleh laki – laki mau pun perempuan tetapi jika dilakukan secara berlebihan, kompulsif dan terlalu sering maka akan menimbukan kecanduan. Kondisi ini tidak bisa disebut sebagai gangguan kejiwaan hanya saja akibat sering onani dapat memberikan dampak buruk untuk aktivitas sehari – hari.

Onani atau masturbasi ini sebenarnya bukan sebuah aktivitas yang merugikan atau merusak jika dilakukan dengan bijak, baik dan semestinya. Namun akibat sering onani dapat membuat kecanduan yang pada akhirnya dapat memicu perilaku seksual kompulsif.

Meski begitu, jika dilakukan dengan benar dan tepat, onani justru dapat memberikan manfaat baik bagi kesehatan. Tetapi jika melakukannya secara berlebihan, justru beberapa gangguan kesehatan seperti ini dapat terjadi pada Anda.

  1. Luka pada Alat Kelamin

Dampak buruk akibat sering onani yang pertama dapat mengakibatkan terjadinya cedera pada alat kelamin. Kondisi ini bisa terjadi jika Anda melakukannya fokus pada pelampiasan terhadap hasrat seksual tanpa memerhatikan faktor keamanan dan kesehatan. Akibat sering onani yang dilakukan ini dapat menimbulkan luka lecet, bengkak sampai nyeri pada alat kelamin dan gejala lainnya yang membuat Anda tidak nyaman. 

  1. Penurunan Sensitivitas Seksual

Selain membuat luka pada alat kelamin, terlalu sering onani juga dapat menurunkan sensitivitas ketika melakukan hubungan seksual. Akibat ini akan lebih dirasakan bagi Anda yang sudah memiliki pasangan. Jika terlalu sering onani maka Anda akan memiliki standa yang lebih tinggi untuk mendapatkan kepuasan seksual. 

  1. Dampak Psikis

Tidak hanya akibat berupa fisik tetapi sering melakukan onani juga memiliki dampak pada psikis berupa rasa bersalah setelah melakukannya. Hal ini dapat dipengaruhi oleh norma dan kondisi lingungan sekitar terkait dengan aktivitas atau interaksi yang berhubungan dengan onani. Pada akhirnya, kondisi tersebut dapat mengakibatkan stress dan penurunan produktivitas yang juga dapat memengaruhi hubungan seksual dengan pasangan.

  1. Kanker Prostat

Pada beberapa penelitian yang telah dilakukan sebelumnnya ditemukan bahwa kecanduan onani dapat meningkatkan risiko terkena kanker prostat pada laki – laki. Maka dari itu, sebisa mungkin untuk mengurangi atau pun mengontrol keinginan melakukan onani agar tidak berdampak buruk pada kesehatan Anda.

Jika tidak ingin mengalami dampak buruk dari akibat sering onani, Anda dapat menghentikan kebiasaan ini dari diri sendiri. Tidak langsung berhenti tetapi setidaknya mulai mengurangi intensitas aktivitas ini. Berikut ini ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan jika ingin mengurangi atau mengontrol kebiasaan onani.

  1. Mencatat hal-hal positif yang disenangi

Anda dapat mengalihkan stress dengan membuat daftar kegiatan yang disukai. Hal ini dilakukan untuk menjauhkan pikiran melakukan onani sebagai penghilang stress. Anda bisa melakukan aktivitas lain yang lebih memberikan dampak positif seperti jogging, mengikuti kelas yoga atau pun kelas tai chi. 

  1. Berhati-hati dengan pemicu

Selain membuat daftar kegiatan positif, Anda juga perlu menghindari hal – hal yang bisa memicu atau memancing untuk melakukan onani. Jauhkan pemicu seperti konten pornografi, obrolan cabul, atau pun berdiam diri yang memiliki risiko untuk kembali memikirkan kegiatan onani. Maka dari itu Anda bisa meminta bantuan dari orang lain atau menghindari dengan melakukan kegiatan lain.

  1. Meminta bantuan terapis

Anda bisa meminta bantuan kepada ahli kejiwaan atau terapis seksual untuk membantu mengendalikan kecanduan onani yang dialami. Salah satu terapi yang akan dilakukan adalah Talk Therapy atau terapi bercerita. Tujuan dari terapi ini untuk menggali dan mengetahui penyebab dari kecanduan onani yang dialami sehingga dapat ditemukan dan direncanakan penanganan yang tepat untuk mengatasinya.

Itukah beberapa dampak akibat sering onani yang perlu Anda ketahui. Setelah mengetahuinya, Anda diharapkan dapat mengontrol atau mengurangi aktivitas tersebut agar kesehatan secara fisik maupun psikis dapat terjaga dengan baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*