Hematoma Subdural, Bisakah Dicegah?

Apakah Anda pernah mendengar istilah hematoma subdural atau justru ini sangat terdengar asing bagi Anda? Hematoma subdural merupakan kondisi pendarahan yang terjadi di antara dua lapisan pelindung otak, dura mater dan arachnoid

Kedua pelindung tersebut sendiri merupakan bagian dari permukaan otak. Adanya pendarahan ini bisa memicu tekanan pada otak yang merusak jaringan. Hal inilah yang membuat hematoma subdural mesti lekas ditangani agar tidak menimbulkan risiko yang mengancam nyawa. 

Beberapa gejala dari hematoma subdural pun tidak bisa dipandang enteng. Penderita penyakit ini bisa mengalami mual dan muntah yang berkepanjangan, pusing berputar, sampai kejang-kejang yang mesti segera mendapat penanganan medis. Sebagian besar penyebab dari hematoma subdural sendiri terpicu dari cedera kepala yang bisa terjadi akibat Anda terjatuh! 

Lalu, apakah kondisi penyakit hematoma subdural ini bisa dicegah? Sama seperti penyakit lainnya, selalu ada cara meminimalkan tingkat risiko seseorang terkena masalah kesehatan ini. Khusus untuk hematoma subdural, beberapa hal di bawah ini bisa membantu mencegah terjadinya hematoma subdural yang tentu tidak Anda inginkan terjadi pada diri Anda maupun keluarga Anda. 

Mengenakan Sabun Pengaman
Memakai sabuk pengaman ketika Anda bepergian menggunakan sangat penting. Ini bukan hanya mampu menyelamatkan nyawa Anda ketika terjadi kecelakaan yang tentu tidak diharapkan. Memakai sabun pengaman juga bisa meminimalkan risiko terjadinya benturan di kepala yang bisa berujung pada kondisi hematoma subdural. Jadi mulai sekarang, jangan hanya memakai sabuk pengaman jika melihat ada polisi di ujung jalan, ya. 

Memakai Helm ketika Berkendara 

Helm menjadi perlengkapan wajin jika Anda berkendara motor, baik Anda yang menyetir maupun Anda yang dibonceng. Memakai helm artinya Anda melindungi kepala dan otak Anda dari benturan keras yang tidak diharapkan. Anda mungkin berpikir bahwa orang yang jatuh dari motor tanpa helm tetap bisa selamat.

Namun, Anda tidak bisa memastikan bukan apakah orang yang jatuh tersebut mengalami gejala hematoma subdural atau tidak. Daripada bertaruh dengan kesehatan dan keselamatan diri, pastikan Anda selalu memakai helm yang sebenarnya sangat ringkas. 

Ambil Istirahat jika Gegar Otak 

Anda telanjur megalami cedera kepala sampai berujung gegar otak? Jangan panik dahulu, tidak semua gegar otak akhirnya berujung pada kondisi hematoma subdural. Jika memang didiagnosis mengalami gegar otak, istirahatlah secara penuh sesuai saran dokter. Istirahat penuh bisa membantu memperbaiki otak Anda dan mencegah munculnya pendarahan di otak. Dengan demikian, risiko terkena hematoma subdural pun bisa ditekan seminimal mungkin.

Mengenai lamanya waktu istirahat penuh pada penderita gegar otak, antara orang yang satu dengan yang lain tidak bisa disamakan. Ada yang bisa pulih dalma hitungan hari, namun ada juga yang harus beristirahat penuh sampai berbulan-bulan. Yang jelas, ikuti saran dokter Anda. 

Teratur Memeriksa Mata 

Seseorang bisa dengan mudah terjatuh apabila kondisi penglihatannya kurang optimal. Karena itulah, sangat penting untuk melakukan pemeriksaan mata secara teratur. Jika ditemukan indikasi yang mengarah ke rabun, penggunaan kacamata supaya Anda tidak gampang tersandung bisa menjadi solusi untuk mencegah kemungkinan terjadinya hematoma subdural. 

Beli Obat dengan Resep 

Jangan sembarangan mengonsumsi obat, apalagi jika ini menyangkut obat pengencer darah. Pastikan Anda mengonsumsi obat sesuai resep untuk meminimalkan efek samping. Soalnya, salah satu efek samping dari obat pengencer darah sendiri adalah bisa menyebabkan hematoma subdural, apalagi jika Anda memiliki riwayat cedera kepala. Beberapa jenis obat pengencer darah seperti aspirin, warfarin, heparin, dan dabigatran sebaiknya lebih hati-hati Anda konsumsi dan selalu konsultasikan ke dokter jika memang harus dipakai untuk jangka panjang.  

Batasi Konsumsi Alkohol 

Selain karena cedera kepala, kondisi hematoma subdural juga rentan terjadi jika Anda terlalu banyak mengonsumsi alkohol. Pasalnya, jumlah alkohol yang terlalu banyak bisa memicu peradangan di tubuh, tidak terkecuali di bagian otak Anda. Jika peradangan terjadi di otak, risiko pendarahan akan lebih mudah terjadi, tidak terkecuali di bagian permukaan otak. Namun, bukan berarti Anda sama sekali tidak boleh mengonsumsi alkohol. Pengonsumsian alkohol sebenarnya sah-sah saja asalkan Anda tidak mengonsumsinya lebih dari 2 gelas per hari. 

Kalaupun Anda telanjur mendapat gejala yang mengarah ke hematoma subdural, jangan ragu berkonsultasi ke dokter. Jangan sampai penyakit ini merenggut nyawa Anda karena penanganan yang terlambat! 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*