Hasil Tes Titer Antibodi adalah Normal, Apa Artinya?

Pernahkah Anda mendengar tentang tes titer antibodi? Tes titer antibodi adalah tes yang dilakukan untuk mengukur jumlah antibodi dalam tubuh seseorang. Antibodi dibutuhkan untuk melawan mikroorganisme berbahaya seperti virus dan bakteri agar tidak menyebabkan infeksi. Oleh karena itu, jumlah antibodi yang diproduksi tubuh harus sesuai dengan jumlah antigen yang masuk agar dapat berfungsi dengan baik. 

Selain itu, tujuan tes titer antibodi adalah mengetahui riwayat penyakit di masa lalu, menentukan kebutuhan vaksinasi seseorang, dan mendeteksi adanya gangguan autoimun. Akan tetapi, Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat dan Kemenkes RI tidak menyarankan melakukan tes titer antibodi secara mandiri, terutama setelah melakukan vaksinasi karena dapat menimbulkan kebingungan dan keraguan. 

Lalu, bagaimana prosedur tes titer antibodi ini? Apa yang perlu dipersiapkan apabila harus melakukan tes ini? Bagaimana jika hasilnya normal? Berikut penjelasan selengkapnya. 

Persiapan Sebelum Tes Titer Antibodi 

Umumnya, tidak ada persiapan khusus yang harus Anda persiapkan sebelum menjalani tes titer antibodi. Seperti biasa, dokter akan melakukan pemeriksaan terkait kesehatan Anda, seperti obat, suplemen, maupun vitamin yang sedang Anda konsumsi. 

Selain itu, Anda juga harus memberitahu dokter apabila sedang menjalani kemoterapi. Sebab, ada penurunan kadar antibodi pada orang yang sedang menjalani kemoterapi sehingga dikhawatirkan akan mempengaruhi hasil tes titer antibodi. 

Prosedur Pemeriksaan Tes Titer Antibodi 

Tes titer antibodi adalah tes yang prosedur pemeriksaannya menggunakan sampel darah, kemudian akan dianalisis di laboratorium. Adapun prosedur pemeriksaan tes titer antibodi adalah berikut ini.

  • Perlu diketahui bahwa, biasanya darah yang diambil berasal dari pembuluh vena di siku tangan bagian dalam sehingga untuk memudahkan petugas medis menemukan pembuluh vena petugas medis akan membalut siku dalam menggunakan tourniquet.
  • Petugas medis membersihkan area pengambilan darah dengan menggunakan alkohol untuk mencegah terjadinya infeksi.
  • Jarum akan ditusukkan ke pembuluh darah. Untuk mengurangi rasa nyeri, Anda dapat menarik napas saat jarum ditusuk ke pembuluh darah.
  • Setelah diperoleh jumlah sampel darah yang dibutuhkan, jarum dilepaskan sambil  menekan area pengambilan darah untuk mencegah pendarahan. Kemudian, bekas pengambilan darah akan ditutup dengan menggunakan kasa dan plester. Tidak dianjurkan menggunakan kapas karena dapat menempel pada bekas pengambilan darah.     
  • Sampel darah yang sudah diambil selanjutnya akan dikirim ke laboratorium untuk dianalisis. 

Hasil Pemeriksaan Tes Titer Antibodi

Adapun hasil pemeriksaan tes titer antibodi adalah normal dan abnormal. Berikut penjelasan detailnya.

  • Hasil Normal

Hasil tes titer antibodi normal tergantung pada antibodi yang diuji. Jika Anda melakukan tes untuk mencari antibodi terhadap jaringan tubuh Anda sendiri, maka nilai normalnya adalah nol atau negatif. Dalam beberapa kasus, tingkat normal bisa berada di bawah angka tertentu karena sudah ditentukan oleh perangkat pengujian.

Sementara itu, jika Anda melakukan tes untuk melihat efektivitas dari vaksin dalam melindungi Anda dari penyakit tertentu, maka hasil normalnya tergantung pada nilai spesifik untuk imunisasi tersebut. 

  • Hasil Abnormal

Sama seperti hasil normal, hasil abnormal pun tergantung pada jenis antibodi yang diuji. Secara umum, penyebab hasil abnormal pada tes titer antibodi adalah disebabkan adanya penyakit autoimun, sistem kekebalan tubuh yang melemah, ketidakefektifan vaksinasi,  infeksi yang disebabkan oleh patogen, sindrom hiper-IgE, antiphospholipid antibody syndrome (aPL), dan X-linked hyper-IgM syndrome.

Selain itu, penyebab lain dari hasil abnormal pada tes titer antibodi adalah infeksi yang Anda alami di masa lalu, seperti meningitis, difteri, cacar air, mononukleosis, dan hepatitis.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*