Gejala Penyakit Ehrlichiosis dan Faktor Risikonya

Badan nyeri setelah terkena gigitan kutu atau serangga? Bisa jadi anda terkena infeksi bakteri yang menyebabkan timbulnya gejala penyakit Ehrlichiosis. Ini merupakan jenis penyakit yang disebabkan oleh oleh gigitan kutu yang mengandung bakteri Ehrlichia chaffeensis, E. ewingii. Gigitan kutu ini menimbulkan gejala berupa demam dan nyeri otot.

Meskipun termasuk jarang terjadi, beberapa jenis kutu yang menempel pada hewan ternyata mengandung bakteri E. Muris Eauclairensis. Orang yang kerap berinteraksi dengan hewan atau suka bepergian ke hutan memiliki risiko lebih besar untuk terkena penyakit ini. Jika tidak segera ditangani dengan baik, penyakit ini bisa menyebabkan komplikasi penyakit yang lebih serius termasuk gagal ginjal dan gagal jantung.

Lalu bagaimana cara mengenali gejala penyakit ini dan apa langkah untuk menangani? Untuk mendapatkan jawabannya, jangan lewatkan informasi berikut ini :

Tanda dan Gejala Penyakit Ehrlichiosis

Secara umum gejala dari penyakit Ehrlichiosis akan mulai terlihat setelah 24 jam anda tergigit oleh kutu yang membawa bakteri tersebut. Dalam waktu tersebut, akan ada beberapa tanda dan gejala yang muncul dalam kurun waktu 14 hari setelah gigitan. Beberapa gejala yang mungkin timbul dari penyakit antara lain sebagai berikut :

  • Demam
  • Nyeri otot 
  • Menggigil 
  • Sakit kepala
  • Mual
  • Muntah
  • Diare
  • Linglung
  • Kehilangan nafsu makan
  • Ruam pada kulit jika gigitan kutu terjadi pada anak-anak

Setiap orang yang terkena gigitan kutu pembawa penyakit Ehrlichiosis bisa memiliki gejala yang berbeda mulai dari gejala ringan hingga serius. Untuk gejala yang bersifat ringan, anda tidak perlu melakukan tindakan pertolongan karena tubuh akan melawan penyakit itu sendiri. Akan tetapi jika gejala yang timbul cukup serius, maka sebaiknya segera lakukan tindakan medis ke rumah sakit untuk dilakukan perawatan dengan tepat.

Penyebab Penyakit Ehrlichiosis

Penyebab penyakit Ehrlichiosis yang paling utama merupakan bakteri Ehrlichia chaffeensis yang disebarkan oleh kutu yang biasanya terdapat pada hewan. Bakteri yang membawa penyakit ini biasanya terdapat pada hewan rusa putih atau bisa juga hewan lain yang ada di alam liar. Hewan yang sudah terinfeksi akan menularkan ke kutu yang menempel dan menghisap darahnya.

Biasanya ketika hewan berjalan menuju hutan, maka kutu akan tertinggal di daun atau rumput. Jika secara tidak sengaja ada orang yang melewati area tersebut atau mengambil rumput di area tersebut, maka kutu akan berpindah ke manusia. Jika sampai menggigit, maka bakteri yang ada pada kutu tersebut akan menginfeksi manusia.

Penyakit Ehrlichiosis tidak termasuk penyakit yang menular antara satu orang ke orang lainnya. Akan tetapi pada kasus yang jarang terjadi, penularan bisa saja terjadi ketika donor darah atau transplantasi organ.

Faktor Risiko Penyakit Ehrlichiosis

Ada beberapa faktor yang bisa menjadi penyebab penyakit Ehrlichiosis, diantaranya seperti berikut:

  • Sering berada di area hutan atau semak-semak
  • Anak kecil dan orang tua
  • Daya tahan tubuh yang lemah seperti penderita HIV/AIDS dan kanker
  • Pernah melakukan transplantasi organ 
  • Memakai jenis obat tertentu

Meskipun terlihat kecil dan lemah, ternyata kutu bisa menjadi penyebab penyakit serius seperti Ehrlichiosis ini. Oleh sebab itulah, pastikan jika melakukan aktivitas di luar ruangan terutama semak-semak atau hutan, selalu gunakan pakaian panjang dan pelindung kaki untuk melindungi tubuh dari gigitan kutu berbahaya. Selain itu, jika menemukan gejala seperti di atas, ada baiknya segera lakukan pemeriksaan ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*