Waspada Kifosis pada Anak yang Sebabkan Poster Tubuh Bungkuk

kifosis

Postur tubuh yang membungkuk umumnya dikaitkan dengan postur tubuh anggota kelompok usia senior. Namun, hal tersebut tidak menutup kemungkinan bahwa postur tubuh bungkuk dapat terjadi pada kelompok usia muda. Kondisi ini dalam dunia medis disebut dengan kifosis.

Kifosis adalah kondisi terjadinya pelengkungan tulang belakang yang menyebabkan bagian atas punggung terlihat lebih bungkuk dari kondisi normal. Seseorang didiagnosis terkena kifosis hanya jika lengkungan tulang belakangnya melebihi 45 derajat.

Dalam kondisi normal, tulang belakang memang pada dasarnya melengkung pada bagian leher, di punggung atas atau bagian dada, dan juga pada punggung bagian bawah. Namun, pada kondisi kifosis, lengkungan tulang ini terlihat begitu jelas dengan kasat mata. Tidak ada tanda lain yang dapat menunjukkan gejala kifosis selain lengkungan punggung yang secara jelas terlihat bungkuk.

Seseorang yang mengalami kifosis berisiko merasakan sakit punggung, kaku, nyeri tekan pada area tulang belakang, dan juga kelelahan. Kifosis yang terjadi pada usia dini dapat berdampak buruk terhadap pertumbuhan di usia dewasa nanti. Hal ini dikarenakan bahwa tubuh perlu untuk mengompensasi tulang belakang yang tidak normal.

Jika kifosis tidak diatasi, besar kemungkinan kondisi tubuh akan terus memburuk dan menyebabkan penyakit lain, seperti kesulitan bernapas dan makan.

Bagaimana mengatasi kifosis?

Seseorang yang mengalami kifosis perlu untuk melakukan konsultasi dengan dokter ortopedi. Gejala kifosis yang muncul pada anak perlu untuk terus diwaspadai oleh orang tua, mengingat tulang anak masih dalam tahap pertumbuhan setidaknya hingga ia beranjak 14-15 tahun.

Proses mendiagnosis kifosis dilakukan secara bertahap. Mulanya, dokter akan melakukan tes, seperti dengan X-ray atau CT scan dan juga tes kepadatan tulang. Setelah proses tersebut dilakukan, pasien tetap harus menjalani serangkaian terapi dan pengobatan untuk mengurangi gejala kifosis, seperti:

  • Mengonsumsi obat penghilang rasa nyeri, seperti acetaminophen, ibuprofen, atau naproxen sodium, serta obat penguatan tulang.
  • Melakukan olahraga secara ringan, seperti peregangan dan fisioterapi. Dengan cara ini, pasien akan melatih fleksibilitas tulang belakang secara bertahap.
  • Pemasangan brace tulang punggung untuk menyokong postur tulang belakang. Brace punggung ini serupa dengan korset yang umumnya dipasangkan pada anak dengan kifosis ringan hingga sedang. Penggunaan brace punggung ini dilakukan terus menerus hingga anak berhenti masa pertumbuhannya pada sekitar 14-15 tahun.

Tags: ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*