Risiko Konsumsi Gula untuk Diabetes dan Komplikasinya

gula untuk diabetes

Konsumsi gula untuk diabetes harus benar-benar diperhatikan agar tidak menimbulkan kenaikan pada gula darah. Mengendalikan gula darah sangat penting untuk menghindari terjadinya komplikasi parah dari diabetes.

Apa risiko dan komplikasi yang terjadi pada pengidap diabetes jika mengonsumsi terlalu banyak gula? Berikut penjelasannya.

Komplikasi Gula pada Pengidap Diabetes

Pengidap diabetes seringkali dianjurkan untuk mengurangi konsumsi gula. Anjuran ini merupakan tugas yang sulit sebab gula secara alamiah juga ditemukan di makanan-makanan sehat, seperti buah, sayuran, dan produk susu.

Jika tidak berhati-hati, pengidap diabetes bisa mengalami risiko terkena komplikasi serius dan jangka panjang. Di bawah ini adalah beberapa komplikasi yang bisa terjadi pada pengidap diabetes:

1. Penyakit kardiovaskular

Diabetes meningkatkan risiko berbagai macam masalah kardiovaskular, termasuk penyakit jantung koroner yang disertai nyeri dada (angina), serangan jantung, stroke, dan penyempitan pembuluh darah (atherosclerosis). 

2. Kerusakan saraf

Kerusakan saraf atau neuropati disebabkan oleh konsumsi gula yang berlebihan. Dinding pembuluh darah kapiler yang menutrisi saraf tubuh, terutama di kaki, bisa rusak karena hal tersebut. 

Kondisi ini menyebakan kesemutan, kebas, rasa terbakar atau nyeri yang umumnya dimulai di ujung jari kaki dan perlahan naik ke atas. Bila diabaikan, Anda bisa berisiko lumpuh dan terkena disfungsi ereksi pada laki-laki.

3. Kerusakan ginjal

Di dalam ginjal terdapat jutaan pembuluh darah kecil yang menyaring kotoran dari dalam darah. Diabetes dapat merusaknya dan menyebabkan nefropati atau kerusakan ginjal.

Kerusakan ginjal bisa berujung pada gagal ginjal yang mengharuskan cuci darah seumur hidup atau transplantasi ginjal.

4. Kerusakan mata

Diabetes bisa merusak pembuluh darah di dalam retina, kondisi ini disebut dengan retinopati (diabetic retinopathy). Kondisi ini rentan menyebabkan kebutaan, katarak, dan glaukoma.

5. Kerusakan kaki

Rusaknya saraf atau aliran darah yang berkurang ke area kaki dapat meningkatkan risiko sejumlah komplikasi pada kaki. Bila diabaikan, luka dan lecet dapat menyebabkan infeksi serius dan sulit sembuh, sehingga berujung pada amputasi.

6. Masalah lainnya

Masalah lain bisa timbul pada bagian organ tubuh lain, seperti infeksi pada kulit akibat jamur dan bakteri, penyakit Alzheimer’s, dan depresi.

Cara Mengendalikan Gula Darah

Mengendalikan gula darah pada pengidap diabetes harus dilakukan dengan sangat teliti dan hati-hati. Tidak perlu langsung menghindari gula, sebab banyak makanan sehat yang jadi sumber nutrisi dan vitamin yang dibutuhkan tubuh untuk tetap sehat.

Pengidap diabetes lebih dianjurkan untuk membatasi asupan karbohidrat, karena semua jenis karbohidrat dapat berdampak pada kadar gula darah, termasuk gula itu sendiri. 

Beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan untuk mengendalikan kadar gula darah sebagai berikut:

  • Konsumsi buah dan sayuran secara utuh daripada mengonsumsinya dalam bentuk jus atau smoothies.
  • Hindari produk berlabel bebas-gula, baik makanan maupun minuman.
  • Kenali istilah lain dari gula, seperti madu, sukrosa, glukosa, sirup glukosa, dekstrosa, fruktosa, hydrolysed starch, serta sirup jagung.  
  • Pilih cemilan sehat bebas gula seperti yogurt tanpa rasa, kacang-kacangan dan biji-bijian tanpa garam/bumbu. Bila ingin rasa manis, campurkan potongan buah atau kacang dalam yogurt tanpa rasa.
  • Kurangi jumlah gula pada makanan atau minuman, ganti dengan pemanis buatan yang aman
  • Bila terbiasa minum minuman dengan rasa, ganti menggunakan air yang ditambah dengan mint atau potongan lemon.
  • Kurangi makanan rendah lemak yang berpotensi tinggi gula, selalu baca label nutrisi.
  • Konsumsi makanan karbohidrat dengan indeks glikemis rendah atau sedang, seperti buah, oatmeal, atau roti gandum.
  • Pilih makanan kaya serat untuk memberikan energi yang tahan lama dan membantu menjaga kadar gula darah.
  • Pilih protein tanpa lemak dan cari makanan yang mengandung lemak sehat untuk mengurangi rasa ngidam.
  • Konsumsi makanan dalam porsi kecil, karena makanan porsi besar cenderung menyebabkan naiknya gula darah dan timbulnya rasa lapar di antara waktu makan.

Memahami kandungan yang ada dalam produk makanan dan minuman sangat membantu untuk mengenali gula, karbohidrat, atau lemak di dalamnya. Dengan begitu, Anda bisa dengan mudah membatasi asupan garam, karbohidrat, dan gula untuk diabetes serta menghindari kemungkinan terjadinya risiko dan komplikasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*