Penyebab Nyeri Betis Tiba-Tiba di Malam Hari dan Cara Mengobatinya

Penyebab Nyeri Betis Tiba-Tiba di Malam Hari dan Cara Mengobatinya

Tidur malam harusnya berguna untuk memulihkan energi agar bisa kembali beraktivitas dengan baik di esok hari. Tidur nyenyak juga diperlukan untuk kebanyakan fungsi tubuh, termasuk otak dan sistem metabolisme. 

Tapi ada saja gangguan yang datang secara tiba-tiba sehingga membuat tidur menjadi tidak berkualitas, salah satunya nyeri betis. Rasa nyeri tidak akan bisa hilang begitu saja. Oleh karena itu Anda perlu tahu penyebab dan cara mengobatinya. 

Tiga jenis nyeri betis pada malam hari

Meski memiliki penyebab yang sama, setiap orang mungkin menggambarkan istilah nyeri betis yang dialami secara berbeda-beda. 

Secara umum terdapat tiga sensasi nyeri betis di malam hari, yaitu:

  • Kram kaki 

Kondisi ini disebut juga dengan kejang otot atau kuda charley. Kram kaki bisa bertahan selama beberapa detik hingga menit. Kram dan nyeri yang dirasakan bisa sangat parah sehingga kaki sulit digerakkan.

  • Nyeri otot

Nyeri otot terasa di tungkai bawah yang disebabkan oleh banyak hal. Tingkat keparahan berkisar dari ringan hingga parah dan membuat kaki terasa lemah. 

  • Nyeri akibat kondisi lain

Nyeri ini tidak selalu berasal dari betis, tapi juga kondisi lain. Nyeri tungkai bawah mungkin disebabkan oleh cedera pada bagian tubuh lain, misalnya linu panggul, yang memaksa betis menahannya, sehingga menyebabkan nyeri betis di malam hari. 

Beragam penyebab nyeri kaki di malam hari

Nyeri betis di malam hari bisa terjadi secara tiba-tiba atau secara teratur. Ada beberapa penyebab nyeri betis yang umum, diantaranya:

  1. Dehidrasi

Dehidrasi dapat memicu kram kaki dan menyebabkan nyeri betis di pagi atau malam hari. 

  1. Linu panggul

Linu panggul terjadi akibat cedera saraf skiatik, sehingga menyebabkan otot tegang, nyeri betis, gerakan kaku, serta kesemutan atau mati rasa.

  1. Kehamilan

Ibu hamil menerima berat ekstra dari janin yang dikandungnya. Berat tambahan dari bayi membuat kaki sedikit rata, sehingga otot betis harus bekerja lebih keras. Hal inilah yang membuat ibu hamil sering merasakan nyeri di betisnya.

  1. Penyakit Parkinson

Penyakit Parkinson adalah gangguan yang mempengaruhi gerak tubuh. Gejala utamanya adalah kontraksi otot yang tidak disengaja, termasuk pada area kaki.

  1. Shin splint

Shin splint terjadi saat otot dan tendon di tulang kering terlalu banyak bekerja. Peradangan memicu rasa sakit di kaki, terutama di malam hari.

  1. Trombosis vena dalam

Trombosis vena dalam (DVT) adalah kondisi medis serius yang bisa berakibat fatal. Bekuan darah yang terbentuk di kaki bisa mengalir ke paru-paru dan menyebabkan emboli paru yang mematikan.

  1. Varises

Varises terjadi ketika dinding dan katup pembuluh darah melemah dan mengembang. Ciri-cirinya yaitu pembuluh darah berwarna biru keunguan yang terlihat jelas di kulit. Penderita varises yang terlalu banyak beraktivitas cenderung mengalami nyeri di kaki bawah pada malam hari.

  1. Neuropati diabetes

Merupakan komplikasi diabetes umum yang menyebabkan nyeri pada tungkai bawah pada malam hari, diikuti dengan sensasi kesemutan dan akhirnya mati rasa. 

  1. Cedera

Otot tegang, keseleo, dan patah tulang kaki dapat menyebabkan nyeri betis di malam hari. Nyeri berkisar dari tumpul hingga nyeri tajam.

  1. Tendinitis

Salah satu tanda awal tendon Achilles robek atau tegang adalah nyeri betis. Mulanya akan terasa nyeri ringan dan dengan cepat berubah jadi menusuk setiap kali kaki digerakkan.

Cara mengatasi nyeri kaki 

Nyeri betis di malam hari bisa diatasi dengan beberapa cara. Cara paling sederhana adalah memijat kaki dengan lembut. Tips ini sangat berguna terutama jika kaki Anda menjadi kesemutan atau mati rasa. 

Selanjutnya, minum beberapa gelas air, lalu minum obat pereda nyeri jika ada. Mengompres kaki dengan air dingin atau hangat juga bisa meringankan nyeri. Agar nyeri kaki tidak terulang di kemudian hari, lakukan peregangan yang berfokus pada area kaki. Jika nyeri betis tidak kunjung membaik, kunjungi dokter untuk menerima pengobatan. Nyeri betis yang tidak sembuh bisa saja karena kondisi medis yang Anda derita.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*