Orang Tua, Jangan Lengah dengan Akibat Kurang Tidur pada Anak

akibat kurang tidur

Kebutuhan waktu tidur bagi anak-anak berusia 5 hingga 12 tahun yaitu minimal 9 hingga 11 jam setiap hari. Seorang anak yang tidak mendapatkan jumlah waktu tidur seperti yang telah disebutkan, akan mengalami hal-hal yang dapat mengganggu kesehatannya. Akibat dari kurang tidur ini akan menyebabkan anak cepat merasa kantuk dan lelah.

Lebih detail tentang akibat kurang tidur yang mungkin menimpa anak, dapat Anda simak berikut ini:

  • Risiko terkena obesitas dan diabetes

Seorang anak yang tidak mendapatkan cukup waktu tidur cenderung anak mengalami kenaikan nafsu makan. Hal ini terjadi karena sirkulasi hormon yang mengatur nafsu makan dan rasa lapar berubah-ubah.

  • Merasa lebih mudah gelisah dan rentan mengalami depresi

Kekurangan jam tidur dapat meningkatkan produksi hormon stres yang disebut kortisol. Di samping itu, anak juga berisiko mengalami insomnia yang dapat memicu depresi.

  • Terhambatnya perkembangan fisik anak

Tidak hanya mengganggu kesehatan mental, namun pertumbuhan fisik anak juga dapat terganggu. Pasalnya, kekurangan jam tidur dapat menyebabkan menurunnya produksi hormon pertumbuhan.

  • Penurunan daya tahan tubuh

Kurangnya jam tidur dapat menghambat sistem kekebalan tubuh pada anak. Dengan demikian, anak akan rentan terserang berbagai penyakit.

  • Berisiko tinggi mengalami kecelakaan

Anak yang tidak mendapatkan jam tidur yang cukup berisiko mengalami kecelakaan. Kurangnya jam tidur berdampak pada keterampilan motorik anak.

Bagaimana mengetahui gejala bahwa anak kekurangan jam tidur?

Jika anak Anda mengalami kesulitan untuk bangun di pagi atau ketika Anda membangunkannya, namun ia malah tertidur kembali, Anda patut untuk mewaspadai kondisi ini. Anak akan lebih banyak menguap akibat rasa mengantuk dan juga sering mengeluhkan rasa lelah. Anda juga mungkin akan mendengarkan keluhannya, bahwa ia tertidur di dalam kelas.

Di samping itu, Anak akan terlihat seperti kehilangan motivasi dan perhatian terhadap pekerjaan sekolahnya. Anak juga akan lebih cepat melupakan sesuatu dan seringkali merasa kesulitan ketika melakukan hal baru.

Jika anak Anda juga lebih sensitif, cepat marah, atau mengalami perubahan suasana hati (mood) dengan cepat, Anda perlu untuk segera memeriksakan kondisi tersebut ke dokter.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*