Orang Tua Harus Tahu, Cara Mencegah Hipertensi pada Anak

Hipertensi kerap dikaitkan dengan gaya hidup orang dewasa yang buruk, sehingga sepertinya penyakit tersebut hanya bisa diderita orang dewasa. 

Namun anggapan tersebut tidak bisa berlaku karena menurut CDC, 1 dari 25 anak berusia 12 – 19 tahun terkena hipertensi, dan 1 dari 10 berisiko mengalami tekanan darah tinggi (prehipertensi). 

Hipertensi pada Anak, Kenali Faktor Penyebabnya - RS Al-Irsyad Surabaya

Hipertensi pada anak lebih sering terjadi pada mereka yang juga mengalami kegemukan atau obesitas. Tekanan darah tinggi di masa muda juga meningkatkan komplikasi penyakit di masa mendatang. 

Berikut panduan bagi orang tua terkait cara mencegah hipertensi pada anak.

Tren hipertensi di kalangan anak dan remaja

Temuan dari Morbidity and Mortality Weekly Report (MMWR) menyatakan bahwa antara tahun 2001 dan 2016, prevalensi remaja yang terkena tekanan darah tinggi telah menurun. Namun masih banyak kasus anak dan remaja yang berisiko terkena hipertensi dan faktor risiko penyakit kardiovaskular, seperti obesitas dan diabetes. 

Dengan penurunan tersebut, angka kasusnya masih cukup tinggi dibandingkan 15 tahun lalu di bawah pedoman sebelumnya. Kini, berdasarkan pedoman terbaru dari CDC, 2,6% remaja di Amerika Serikat, atau hampir 800.000 orang 

Remaja berusia 18 – 19 tahun menyumbang setengah dari peningkatan, dan lebih dari dua per tiga kasus terjadi pada laki-laki. 

Cara mencegah hipertensi pada anak

Gejala hipertensi dan penyakit kardiovaskular bisa berkembang sejak masa kanak-kanak. Hipertensi selama masa kanak-kanak juga erat kaitannya dengan obesitas dan kegemukan. 

Cara mencegah hipertensi pada anak-anak adalah dengan membiasakan mereka menjalani gaya hidup yang sehat. Kebiasaan ini bisa dimulai sedini mungkin (sekitar usia 3 tahun), dan dimulai dengan melakukan pengukuran tekanan darah anak oleh dokter.

  1. Makanan sehat bergizi

Buah dan sayur kaya gizi dan rendah lemak yang cocok digunakan sebagai pengganti makanan tinggi gula dan lemak padat. Batasi anak mengonsumsi makanan manis, makanan olahan, dan tinggi natrium karena bisa meningkatkan risiko hipertensi.

Anak berusia 4 hingga 8 tahun tidak boleh mengonsumsi lebih dari 1.200 miligram sehari, dan anak yang lebih tua tidak boleh mengonsumsi lebih dari 1.500 mg sehari. Karena anak cenderung memilih-memilih makanan (picky eater), ibu bisa mengkreasikan hidangan semenarik mungkin agar anak tertarik memakannya. 

  1. Waspadai berat badan anak

Selalu perhatikan apakah berat badan anak sesuai dengan usia dan tinggi badannya. Jika anak kelebihan berat badan, Anda bisa menurunkan berat badannya atau mempertahankan berat badan sambil meningkatkan pertumbuhan tinggi anak. 

  1. Perbanyak aktivitas fisik

Setidaknya anak harus melakukan aktivitas fisik selama 60 menit sehari. Untuk mendorong anak lebih aktif, batasi waktu bermain smartphone, menonton tv, komputer, dan perangkat layar lainnya. Anak berusia di bawah 2 tahun disarankan untuk tidak diperkenalkan dengan gadget, sementara anak di atas 2 tahun boleh mendapat waktu layar maksimal 2 jam sehari.

  1. Memberi contoh yang baik

Anak belajar dari melihat orang tuanya. Orang tua harus menjadi contoh yang baik bagi anak-anaknya dalam hal menerapkan gaya hidup sehat. 

  1. Libatkan seluruh keluarga

Sulit bagi anak untuk mengubah gaya hidup sehat jika anggota keluarga lain tidak melakukan hal yang sama. Anda bisa meminta anggota keluarga yang lain untuk membiasakan diri pola hidup sehat. Misalnya, bersepeda bersama jauh lebih menyenangkan daripada melakukannya sendirian. 

Catatan

Bagi anak yang sudah didiagnosis hipertensi, dokter juga menganjurkan untuk menerapkan pola hidup sehat. Cara mencegah hipertensi pada anak bisa saja bervariasi tergantung individunya.  

Tapi apabila tidak membantu, dokter akan meresepkan obat tekanan darah seperti diuretik, penghambat ACE, dan lainnya. Anda juga harus mengunjungi dokter secara rutin untuk melakukan pemeriksaan.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*