Mau Donor Sperma? Ketahui Persyaratannya, Yuk!

Donor sperma adalah salah satu cara yang ditempuh pasangan suami istri untuk menghadirkan sang buah hati yang telah lama dinantikan. Biasanya, ini adalah jalan akhir setelah semua upaya yang dilakukan untuk mendapatkan buah hati tidak berbuah manis. Sayangnya, di Indonesia donor sperma ini tidak legal, karena berbagai polemik yang ada terkait boleh tidaknya donor sperma dilakukan. Oleh sebab itu, jika Anda ingin melakukan donor sperma, maka Anda harus ke luar negeri di mana donor sperma dilegalkan secara hukum.

Mengenal donor sperma.

Donor sperma adalah seorang pria yang menyumbangkan cairan semennya yang mengandung sperma kepada wanita atau pasangan yang sedang berusaha untuk hamil. Anda bisa memilih menjadi donor anonim (tanpa nama) atau donor langsung kepada teman atau kerabat. Donor sperma masih menjadi persoalan yang banyak mengandung pro dan kontranya, termasuk di Indonesia. Umumnya, donor sperma adalah pilihan terakhir yang diambil oleh pasangan suami istri jika dengan prosedur bayi tabung mereka tak kunjung hamil.

Syarat menjadi seorang donor sperma.

Sebelum Anda memutuskan menjadi seorang donor sperma, maka ada beberapa syarat yang harus Anda miliki. Syarat ini diberlakukan untuk memastikan sel-sel sperma yang masuk ke bank sperma adalah sperma yang sehat dan berkualitas.

  1. Usia tidak melebihi 39 tahun.

Sebagian besar bank sperma memberlakukan batasan usia seorang donor sperma berkisar 18-39 tahun. Namun, ada juga beberapa bank sperma yang menetapkan batas maksimal usia 34 tahun. Hal ini wajar, karena semakin bertambahnya usia, kualitas sperma dapat menurun.

  • Bebas penyakit menular dan genetik.

Anda akan melalui screening awal, berupa tes kesehatan, meliputi tes penyakit menular, kelainan genetik, serta riwayat penyakit keluarga sejak tiga generasi. Jadi, apabila Anda memiliki riwayat penyakit tersebut, maka sudah dipastikan Anda tidak dapat melakukan donor sperma.

  • Siap secara psikologis.

Jika ternyata donor sperma diterima, maka identitas Anda tetap menjadi ayah biologis dari anak tersebut. Tentunya, pihak bank sperma akan menanyakan apakah ada kekhawatiran apabila informasi pribadi Anda diberikan kepada anak biologis dan bagaimana hubungan yang akan Anda jalin di kemudian hari.  

Lain halnya apabila sperma didonorkan kepada seseorang yang dikenal, maka Anda akan diminta untuk membicarakan hubungan Anda dengan penerima donor sperma. Jika Anda memiliki pasangan, maka diskusikan secara baik-baik, bila perlu melakukan konseling dengan dokter.

Langkah-langkah screening donor sperma.

Donor sperma dapat dilakukan di bank sperma dan Anda akan melakukan screening awal terlebih dahulu, karena tidak semua pria bisa mendonorkan spermanya. Hanya sperma berkualitas baik yang akan lolos untuk didonasikan. Dilansir dari European Sperm Bank, langkah-langkah screening donor sperma yang dilakukan adalah sebagai berikut.

  1. Sampel diberikan ke bank sperma untuk diuji kualitas (jumlah, bentuk, dan pergerakannya), serta daya tahan sperma selama proses pembekuan dan pencairan.
  2. Pemeriksaan terhadap keluarga donor sperma sejak tiga generasi untuk memastikan tidak ada riwayat penyakit yang serius.  
  3. Donor sperma melakukan konseling terkait seperti apa proses donor sperma yang akan dilalui, beserta perjanjian kerja samanya.
  4. Uji sampel sperma yang baru sekali lagi untuk melihat kemampuan hidup sel sperma selama proses pembekuan dan pencairan.
  5. Dokter akan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh untuk memastikan kondisi donor sperma dalam keadaan sehat, tidak ada kelainan, maupun penyakit turunan.
  6. Pemeriksaan sampel darah dan urin untuk menguji ada tidaknya indikasi penyakit menular atau genetik resesif (tersembunyi), serta analisis kromosom.
  7. Melakukan tes kepribadian atau evaluasi psikologis.
  8. Donor sperma melakukan konseling lanjutan dan menceritakan kehidupan pribadi, termasuk aktivitas seksualnya. Ini untuk melihat apakah Anda memiliki faktor risiko untuk mengembangkan penyakit menular, seperti HIV/AIDS.

Setelah semua langkah screening dilakukan, pihak bank sperma akan menyetujui donor sperma. Yang perlu diingat adalah, metode screening yang dilakukan belum tentu menjamin 100 persen bebas dari seluruh risiko penyakit keturunan. Tentunya, risiko dapat ditekan apabila pihak wanita juga menjalani pemeriksaan yang sama.  

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*