Kram Pantat

Kram pantat (sindrom piriformis) merupakan rasa nyeri yang terjadi pada bokong dan bagian belakang betis. Kondisi tersebut terjadi ketika otot piriformis (otot yang berhubungan di antara tulang belakang bagian bawah dan tulang paha bagian atas) menekan saraf skiatik.

Kram pantat bisa terjadi pada siapapun, namun wanita lebih berpotensi mengalami kondisi tersebut dibandingkan dengan pria. Kondisi tersebut akan memburuk jika seseorang melakukan aktivitas yang menimbulkan otot piriformis menekan saraf skiatik seperti duduk dan berjalan melewati tangga.

Penyebab

Kram pantat terjadi karena tekanan otot piriformis yang diberikan kepada saraf skiatik. Dengan kata lain, seseorang yang mengalami kondisi tersebut bisa disebabkan karena melakukan aktivitas secara berlebihan.

Berikut adalah beberapa aktivitas yang dapat menyebabkan kram pantat:

  • Duduk dalam waktu yang terlalu lama.
  • Mengangkat benda berat.
  • Berolahraga secara berlebihan.
  • Jatuh dengan keras.
  • Luka penetrasi yang mencapai otot.
  • Bergerak melewati tanjakan seperti tangga dalam jarak yang jauh.
  • Terlalu sering melakukan aktivitas yang melibatkan kaki.

Gejala

Jika seseorang mengalami kram pantat, berikut adalah gejala yang bisa timbul:

  • Rasa nyeri pada bokong.
  • Linu pada panggul.
  • Kesemutan pada bokong.
  • Kesemutan pada kaki bagian belakang.

Jika kondisi yang dialami seseorang memburuk, maka mereka bisa lumpuh. Oleh karena itu, mereka perlu temui dokter supaya kondisinya dapat ditangani lebih lanjut.

Cara Mengatasi Kram Pantat

Jika Anda mengalami kram pantat dan kondisinya tidak ditangani dengan baik, maka kram pantat dapat menimbulkan kerusakan saraf permanen. Ada dua cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi kram pantat, antara lain pengobatan dan perubahan pola hidup. Berikut adalah tindakan-tindakan yang dapat Anda lakukan:

  • Pijat bagian yang terdampak dengan perlahan.
  • Latihan untuk meregangkan otot piriformis.
  • Hindari aktivitas yang dapat menimbulkan kram pantat untuk sementara waktu.
  • Jika Anda diharuskan untuk melakukan kegiatan yang menimbulkan risiko yang lebih mudah terhadap kram pantat, Anda sebaiknya beristirahat seperti berjalan-jalan atau peregangan.
  • Menggunakan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), aspirin, atau acetaminophen.
  • Gunakan kompres dingin ke bagian tubuh yang terkena kram pantat setiap 15 menit sekali. Terapkan hal tersebut sampai rasa nyeri berkurang. Setelah menggunakan kompres dingin selama beberapa hari, gunakan kompres hangat yang diterapkan ke bagian tubuh yang menimbulkan nyeri.

Jika Kondisi Memburuk

Jika kram pantat semakin memburuk, Anda sebaiknya hubungi dokter. Sebelum bertemu dengan dokter, Anda dapat mempersiapkan diri dengan beberapa hal sebagai berikut:

  • Daftar pertanyaan yang ingin Anda ajukan ke dokter.
  • Daftar gejala yang Anda alami karena kram bokong.
  • Daftar riwayat medis (jika diperlukan).

Ketika Anda bertemu dengan dokter, dokter akan menanyakan kondisi Anda seperti:

  • Kapan gejala akibat kram bokong terjadi?
  • Berapa lama gejala tersebut Anda alami?
  • Apakah Anda sudah menggunakan obat untuk mengatasi rasa nyeri tersebut?

Setelah mengetahui kondisi Anda, dokter dapat menentukan pengobatan yang sesuai dengan kondisi Anda. Berikut adalah pengobatan yang dapat dilakukan dokter:

  • Steroid

Dokter dapat memberikan suntikan berupa steroid untuk meredakan kram bokong.

  • Operasi bedah

Operasi bedah merupakan pilihan lain yang perlu Anda jalani jika kondisi yang Anda alami sangat parah. Operasi bedah dilakukan untuk mengurangi tekanan otot piriformis pada saraf skiatik.

Selain pengobatan, dokter juga akan menganjurkan Anda untuk melakukan himbauan seperti tidak melakukan aktivitas yang berlebihan selama waktu yang ditentukan.

Kesimpulan

Setiap manusia dipengaruhi oleh berbagai aktivitas setiap hari. Aktivitas yang dilakukan manusia dapat menimbulkan berbagai kondisi, termasuk kram pantat. Jika kram pantat tidak segera diatasi, maka konsekuensinya bisa semakin parah. Oleh karena itu, cara-cara yang disebutkan di atas sebaiknya Anda terapkan untuk mengurangi risiko kram pantat.

Tags: ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*