Kenali Faktor-Faktor yang Memengaruhi Masa Subur Pria

masa subur pria

Mencari tahu masa subur pria memang tidak sulit dibandingkan menghitung masa subur pada wanita, tapi, tetap saja para pria tidak boleh mengabaikannya, terutama jika Anda sedang menjalani program untuk memiliki momongan. Secara garis besar, masa subur pria dipengaruhi oleh dua hal yaitu ada atau tidaknya penyakit seperti kanker prostat, sedangkan pengaruh kedua dari faktor usia.

Pengaruh kanker prostat dan masa subur pria

Saat pria menderita kanker prostat, maka ia perlu menjalani serangkaian pengobatan seperti kemoterapi atau terapi radiasi. Radiasi ini bukan hanya membunuh sel-sel kanker, namun juga sel sperma serta merusak testis. Pada pria penderita kanker prostat, masa subur pria juga bisa terhambat karena penderitanya menjalani operasi pada bagian testis atau prostat.

Bedah testis dipilih untuk mengurangi pertumbuhan sel kanker dengan menghentikan produksi testosterone, sedangkan bedah prostat berguna agar kanker tidak menyebar ke bagian tubuh lain. Sayangnya, kedua bedah tersebut juga memiliki efek samping berupa gangguan masa subur pria. Dalam kondisi ini, tidak jarang, pria tersebut pada akhirnya menjadi mandul.

Usia masa subur pria

Faktor lain yang memengaruhi masa subur pria adalah usia. Semakin tua usia pria, maka semakin turun tingkat kesuburannya. Tahukah Anda bahwa pria berada dalam masa subur antara usia 30 hingga 35 tahun? Ya, ketika saat itu, jumlah sperma pria sedang memasuki masa puncak, baik secara kualitas maupun kuantitas. Begitu pun sebaliknya, masa subur pria akan mulai turun saat ia menginjak usia 55 tahun.

Cara meningkatkan kualitas masa subur pria

Sebelum menginjak usia yang sudah tidak produktif lagi, maka tidak ada salahnya jika melakukan berbagai langkah pencegahan agar tidak terkena kanker prostat. Berikut 2 tips mudah yang bisa dilakukan:

  • Jaga pola makan: konsumsi makanan yang bergizi seimbang dan jaga berat badan. Hindari makanan yang tinggi lemak serta lengkapi kebutuhan nutrisi dan vitamin dari produk makanan, bukan suplemen.
  • Olahraga teratur: cara ini dilakukan untuk menjaga kesehatan dan berat badan. Olahraga juga menurunkan risiko kanker prostat jika dilakukan dengan rutin.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*