Ingin Mengobati Hipertensi? Berikut Pilihan Obatnya

hipertensi

Sudah beberapa waktu lalu, European Medicines Agency dan Food and Drug Administration Amerika Serikat telah menarik sejumlah obat antihipertensi. Penarikan obat jenis tersebut dilakukan karena dugaan efek samping karsinogenik yang dapat memicu kanker yang terkandung dalam pengotor N-Nitrosodimethylamine (NDMA) dan N-Nitrosodiethylamine (NDEA). Obat penangkal tekanan darah tinggi atau yang sering dikenal dengan hipertensi termasuk dalam golongan obat angiotensin receptor blocker (ARB). Jenis obat yang ditarik oleh kedua lembaga tersebut, antara lain irbesartan, losartan, dan valsartan.

Kandungan NDMA dikatakan cukup beracun, terutama untuk kesehatan liver manusia. Dalam pengujian kandungan tersebut di laboratorium, dihasilkan fakta bahwa penggunaan NDMA dalam dosis tinggi pada tikus dapat memicu pengerasan hati atau fibrosis bahkan memicu tumor liver. Memang, kondisi ini baru dapat muncul setelah terkena paparan kronis.

Bagaimana dengan obat hipertensi di Indonesia?

Sejak bulan Juli 2018, Badan Pengawas Obat dan Makanan Indonesia turut menarik obat antihipertensi dan gagal jantung yang memiliki kandungan zat aktif valsartan. Penarikan tersebut kemudian diikuti dengan merilis pernyataan resmi, termasuk jenis obat antihipertensi yang aman dikonsumsi.

Mengenai valsartan, obat ini tergolong sebagai obat keras yang membutuhkan resep khusus dari dokter untuk mengonsumsinya. Penggunaan obat ini bagi pasien tekanan darah tinggi, dapat dikonsumsi secara tunggal maupun bersamaan dengan mengongsumsi obat lain. Valsartan termasuk dalam golongan obat angiotensin receptor blocker (ARB) yang bekerja dengan menenangkan pembuluh darah, sehingga dapat membantu aliran darah menjadi lebih mudah.

Berdasarkan informasi dari BPOM, obat antihipertensi termasuk dalam golongan ARB yang terdampak zat pengotor NDMA dan NDEA dan beredar bebas di Indonesia adalah obat losartan dan valsartan. Obat ini dibuat dengan bahan baku produksi Zhejiang Huahai Pharmaceuticals, Linhai, Republik Rakyat Tiongkok. Kedua obat ini juga ditarik di beberapa negara Uni Eropa karena ditemukannya pengotor N-Nitrosodimethylamine (NDMA). Sementara itu, irbesartan yang ditarik oleh FDA Amerika Serikat dengan bahan baku serupa, tidak terdaftar di Indonesia.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*