Cegah Sebelum Terlambat, Reaksi Racun Tikus dapat Menyebabkan Kematian

reaksi racun tikus

Racun tikus atau rodentisida merupakan sekumpulan senyawa beracun yang digunakan untuk membunuh hewan pengerat seperti tikus. Bahan utamanya bisa berbeda-beda, namun kebanyakan mengandung warfarin, obat pengencer darah pada manusia.

Terkadang racun tikus juga mengadung super-warfarin, yang memiliki aksi lebih lama daripada obat warfarin. Pada jenis ini, reaksi racun tikus tidak akan membahayakan jika tersentuh karena efeknya sama seperti dengan menyentuh obat pengencer darah. Namun seseorang yang tidak sengaja menelannya harus diberi tindakan secepat mungkin karena akibatnya sangat fatal.

Kandungan pada racun tikus

Umumnya racun tikus menggunakan senyawa untuk mengencerkan darah (antikoagulan) yang disebut dengan warfarin. Pada manusia, warfarin digunakan sebagi obat bagi pasien serangan jantung dan stroke. Talium sulfat juga umum digunakan sebagai bahan aktif racun tikus.

Beberapa jenis lainnya menggunakan antikoagulan generasi kedua yang memiliki efek lebih beracun, seperti bromadiolon, brodifacoum, dan difenacoum. Dibanding rodentisida generasi pertama, hanya dengan pemberian dosis rendah efek beracunnya dapat segera terlihat.

Berikut ini beberapa bahan aktif yang terkandung pada racun tikus:

  • Sodium Monofluoroacetate (SMFA): Di Amerika Serikat digunakan untuk melindungi hewan ternak dari satwa liar.
  • Strychnine: Sering terlihat sebagai tablet berwarna merah muda.
  • Seng dan alumunium fosfida: Akan berbau ikan busuk jika senyawa terpapar air. Keracunan fosfin lebih sering terjadi di India utara dan Iran.
  • Fosfor elemental: Memiliki bau bawang putih dan akan bersinar saat terkena oksigen.
  • Arsenik: Merupakan senyawa yang sangat beracun yang cara kerjanya tidak diketahui.
  • Barium karbonat: Mudah larut dalam aur dan sangat beracun
  • Tetramethylene Disulfotetramine (TETS, Tetramine): Bekerja dengan melawan reseptor GABA secara permanen.

Racun tikus akan diberikan label terkait dengan toksisitasnya. Label “berbahaya” menandakan rodentisida mengandung bahan sangat beracun, termasuk talium, natrium monofluoroasetat (fluoroasetat), strychnine, seng fosfida.

Jika terdapat label “peringatan”, rodentisida terdiri dari alfa-naftil tiourea (ANTU), dan kolekalsiferol. Racun tikus yang tidak terlalu beracun akan diberi label “perhatian”, dengan kandungan seperti antikoagulan,  norbormide, bromethalin, dan labu merah.

Reaksi racun tikus sangat cepat

Reaksi racun tikus yang diperlihatkan pada seseorang yang tidak sengaja menelannya bervariasi tergantung dari bahan aktif yang terkandung di dalamnya. Misalnya, jika racun mengandung strychnine, gejala awal berlangsung pada menit ke 10-20 setelah racun tertelan.

Jenis lain bisa memperlihatkan gejala keracunan setelah 1 hingga 3 jam. Rodentisida dengan talium akan memperlihatkan gastroenteritis akut dalam 48 jam.

Orang keracunan racun tikus akan memperlihatkan lebih dari satu gejala dibawah ini:

  • Tremor
  • Sesak napas (dispnea)
  • Mimisan dan gusi berdarah yang bukan dikarenakan trauma
  • Detak jantung tidak teratur (aritmia)
  • Luka bakar pada kulit
  • Muntah
  • Diare berdarah
  • Darah dalam urin
  • Rasa bawang putih di mulut
  • Kelumpuhan otot

Jika tidak segera ditangani, keracunan rodentisida dapat menyebabkan kejang, gangguan pernapasan, pendarahan internal, gagal hati dan ginjal, bahkan kematian mendadak.

Mencegah keracunan racun tikus

Racun tikus harus ditempatkan di tempat yang aman dan jauh dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan. Anak-anak mungkin akan tertarik dengan racun tikus karena tampilan luarnya.

Penggunaannya pun harus mengikuti instruksi yang tertera di label kemasan diikuti dengan melakukan upaya untuk menghindari paparan, misalnya menggunakan sarung tangan dan penutup hidung.

Saat membuang bangkai hewan pengerat, gunakan sarung tangan untuk menghindari kontak dengan bangkai. Kemudian buang bangkai ke tempat yang aman. Anda bisa membungkusnya dengan kantung terlebih dahulu sebelum membuangnya ke tempat sampah.

Catatan

Meski dimaksudkan untuk membunuh tikus, racun tikus juga sangat berbahaya bagi manusia. Reaksi racun tikus akan terlihat dengan cepat, terutama jika racun tertelan oleh anak-anak.

Segera hubungi dokter atau unit gawat darurat jika Anda mencurigai seseorang mengalami gejala keracunan, atau setelah tidak sengaja terpapar dengan racun tikus.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*