Cara Merawat Otot yang Tegang

Ketegangan otot terjadi ketika otot Anda terlalu meregang ataupun sobek. Hal ini biasanya terjadi akibat kelelahan, penggunaan berlebih, dan penggunaan otot yang salah. Ketegangan dapat terjadi di bagian otot manapun di tubuh, namun kondisi ini biasanya menyerang bagian punggung bawah, leher, pundak, dan urat lutut yang berada di belakang paha. Ketegangan otot ini dapat menyebabkan rasa nyeri dan membatasi gerakan pada kelompok otot yang terdampak. Cara merawat otot tegang dengan gejala ringan dan sedang adalah dengan menggunakan es batu, panas, ataupun obat-obatan anti peradangan. Sementara itu, ketegangan otot yang parah atau bahkan terjadi robekan pada otot membutuhkan perawatan medis. 

Biasanya Anda akan mudah mengenali adanya ketegangan otot, misalnya saat merasakan gejala seperti rasa sakit yang tiba-tiba terjadi, nyeri, rentang gerak yang terbatas, perubahan warna kulit atau lebam, kejang otot, kaku, dan bagian tubuh terasa lemah. Dalam ketegangan otot ringan, otot yang terdapat terasa kaku namun cukup fleksibel untuk digunakan. Sementara itu, apabila otot robek parah, kondisi ini disebut ketegangan otot parah yang menyebabkan rasa nyeri serta gerakan yang sangat terbatas. Gejala ketegangan otot ringan dan sedang biasanya akan mulai mereda setelah beberapa minggu. Dalam kasus yang parah, ada kemungkinan membutuhkan waktu berbulan-bulan hingga kondisi Anda pulih. Cara merawat otot tegang ringan dan sedang dapat dilakukan di rumah, yaitu dengan menggunakan metode RICE atau rest (istirahat), ice (es), compression (kompres), dan elevation (pengangkatan). 

  • Rest

Hindari menggunakan otot selama beberapa hari, terutama apabila gerakan apapun menyebabkan rasa nyeri. Namun, terlalu banyak beristirahat dapat menyebabkan otot menjadi lemah, sehingga memperlama proses penyembuhan. Setelah dua hari, perlahan mulailah menggunakan kelompok otot yang terdampak, namun jangan menggunakannya secara berlebihan.

  • Ice

Gunakan es dan letakkan pada daerah otot yang sakit, hal ini akan mengurangi pembengkakan. Namun, jangan letakkan es langsung dan menyentuh kulit. Gunakan ice pack atau bungkus es dengan handuk. Letakkan es pada otot selama kurang lebih 20 menit. Ulangi proses tersebut setiap jamnya pada hari pertama. Setelah beberapa hari, letakkan es setiap 4 jam sekali. 

  • Compression

Untuk mengurangi pembengkakan, ikat daerah yang terdampak menggunakan perban elastis hingga pembengkakan perlahan menurun. Berhati-hatilah agar Anda tidak mengikat daerah tersebut terlalu kencang, karena dapat mengurangi sirkulasi darah. 

  • Elevation

Kapanpun memungkinkan, cobalah untuk mengangkat daerah otot yang cidera di atas sejajar jantung.

Cara merawat otot yang tegang juga dapat melibatkan penggunaan obat anti-peradangan over-the-counter atau OTC, seperti ibuprofen. Obat jenis ini dapat membantu mengurangi rasa nyeri dan pembengkakan. Acetaminophen juga dapat membantu mengatasi rasa nyeri. 

Beberapa tips lain cara merawat otot yang tegang adalah dengan menempelkan sumber panas beberapa kali sehari setelah tiga hari sejak cidera terjadi. Panas dapat membantu mengembalikan sirkulasi darah pada daerah yang cidera agar proses pemulihan dapat berjalan. Penting untuk diingat agar Anda tidak mengistirahatkan otot terlalu lama, karena malah akan menyebabkan otot kaku dan lemah. Lakukan latihan peregangan sesegera mungkin, dan perlahan tingkatkan level aktivitas Anda. Setelah pulih, pastikan Anda melakukan peregangan dan pemanasan sebelum melakukan olahraga apapun. Hal ini dapat membantu meningkatkan aliran darah pada otot dan mengurangi terjadinya risiko cidera. Anda juga disarankan untuk terus tetap “fit”, karena risiko menderita cidera pada otot berkurang apabila otot Anda kuat dan sehat.

Tags: ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*