Apa Itu Retardasi Mental? Ini Penjelasannya

Retardasi mental sering juga disebut sebagai gangguan intelektual

Merupakan gangguan intelektual yang ditandai dengan kemampuan mental atau juga disebut dengan intelegensi di bawah rata-rata disebut dengan disabilitas intelektual atau retardasi mental. Seseorang dengan gangguan mental ini tetap bisa mempelajari atau belajar kemampuan baru, meskipun hal tersebut membutuhkan waktu yang cukup lama alias lebih lambat dari yang normal.

Terdapat berbagai macam derajat dari disabilitas intelektual ini, mulai dari yang ringan, sedang hingga sangat berat. Kemampuan intelegensi ini biasanya diukur dengan menggunakan skor IQ, seseorang dapat dikatakan mengalami atau mengidap disabilitas intelektual jika mendapat nilai IQ kurang dari 70.

Retardasi Mental

Disabilitas intelektual biasanya diketahui saat seseorang masih kecil, kondisi ini ditandai dengan beberapa gejala dan tanda pada anak-anak. Gejala yang muncul biasanya tergantung dari munculnya disabilitas tersebut, mulai dari ringan hingga yang parah. Berikut ini beberapa gejala dan tanda penyakit tersebut pada anak kecil.

  • Aktivitas yang dilakukan tidak karuan, sering berputar, duduk dan berdiri, merangkak hingga terlambat berjalan.
  • Mengalami gangguan dalam berbicara, seperti misalnya sering telat mengucap kata atau berbicara kepada orang lain.
  • Lambat dalam hal mempelajari suatu hal yang sederhana, misalnya seperti berpakaian, membersihkan diri dan makan.
  • Sulit untuk mengingat, sulit untuk berhubungan dengan orang lain hingga munculnya gangguan perilaku seperti tantrum.
  • Anak sulit beradaptasi ketika melakukan diskusi dalam menyelesaikan masalah atau pola pikir logis yang digunakannya.

Anak dengan disabilitas intelektual yang berat, gejala yang muncul biasanya disertai dengan masalah kesehatan lain. Kondisi terkait yang muncul bisa seperti kejang, gangguan mood (cemas dan autisme), kelainan motorik, gangguan penglihatan dan gangguan pendengaran. Kondisi ini tidak serta muncul begitu saja, dalam artian lain terdapat hal yang menjadi penyebabnya.

Penyebab Disabilitas Intelektual

Kondisi ini disebabkan oleh gangguan perkembangan otak, tetapi penyebab pasti dari penyakit ini hanya bisa ditentukan secara pasti sebanyak sepertiga dari seluruh angka kasus yang ada. Berikut ini beberapa penyebab yang paling sering muncul dari penyakit disabilitas intelektual.

  • Kelainan Genetik

Kelainan yang terjadi bisa seperti sindrom down dan sindrom fragile X sangat erat kaitannya dengan kelainan genetik yang bisa menjadi penyebab seorang anak mengalami disabilitas intelektual.

  • Masalah Kehamilan

Beberapa kondisi saat kehamilan juga mampu menyebabkan gangguan perkembangan otak janin, seperti misalnya obat-obatan terlarang, alkohol, gizi buruk, infeksi dan preeklampsia.

  • Masalah Bayi

Disabilitas intelektual juga bisa disebabkan karena bayi yang mengalami masalah selama masa kelahiran seperti kurang mendapatkan asupan oksigen yang cukup atau bayi prematur dengan kondisi paru-paru yang belum sempurna.

  • Cedera atau Penyakit Lain

Infeksi yang menyerang anak seperti meningitis atau campak juga bisa menyebabkan anak terkena disabilitas intelektual. Selain itu ada pula cedera kepala berat, kondisi nyaris tenggelam, malnutrisi secara ekstrem hingga infeksi otak bisa berpengaruh kondisi ini.

Faktor Risiko

Faktor biologis dapat menjadi pemicu seorang anak mengalami disabilitas intelektual ini, biasanya terjadi pada kelainan kromosom yang dialami pengidap sindrom down. Selain itu ada pula faktor metabolik, biasanya seperti penyakit phenylketonuria (PKU). Kondisi ini menyebabkan tubuh tidak bisa mengubah asam amino fenilalanin menjadi tirosin.

Terdapat pula faktor prenatal atau perawatan pra kelahiran yang buruk sangat dapat meningkatkan risiko retardasi mental pada bayi. Contohnya seperti konsumsi alkohol ketika masa kehamilan dan infeksi cytomegalovirus ketika masa kehamilan.

Tags: ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*