Alasan Sering Menangis Sendiri dengan Tiba-tiba

Banyak orang menangis ketika membaca buku atau menonton tv dengan alur cerita yang sedih. Tidak jarang hal sekecil apapun yang dapat menimbulkan emosi dapat membuat seseorang sering menangis sendiri. Namun, ketika seseorang sering menangis, apakah ada kekhawatiran khusus yang perlu diperhatikan? Sebuah studi tahun 1980 menemukan bahwa wanita menangis rata-rata 5,2 kali setiap bulannya, dan pria menangis sekitar 1,3 kali setiap bulan. Studi yang lebih baru menemukan bahwa durasi rata-rata sesi menangis seseorang adalah 8 menit. Apabila Anda khawatir Anda atau kerabat sering menangis sendiri atau tidak dapat berhenti menangis, hubungi dokter. Karena hal tersebut dapat menjadi tanda adanya depresi atau gangguan suasana hati lain.

Apa yang membuat seseorang sering menangis sendiri?

Ada banyak alasan, selain respon emosi tiba-tiba, mengapa seseorang sering menangis sendiri. Mudah menangis sering dihubungkan dengan depresi dan kecemasan. Banyak orang sering mengalami kedua hal tersebut secara bersamaan. Kondisi saraf atau neurologis tertentu juga dapat membuat seseorang menangis dengan tidak terkontrol.

  • Depresi

Depresi adalah gangguan suasana hati di mana Anda memiliki perasaan sedih terus menerus selama lebih dari 1 minggu. Aktivitas yang tadinya menyenangkan berubah menjadi tidak lagi menarik. Gejala depresi di antaranya adalah sedih, perasaan putus asa atau tidak berharga, energi yang rendah, dan kesulitan berkonsentrasi. Sering menangis sendiri dapat menjadi tanda depresi terutama apabila Anda menangis akibat hal-hal kecil atau Anda tidak dapat mengidentifikasi alasan mengapa Anda menangis, terlalu sering menangis dibandingkan dengan biasanya, dan kesulitan menghentikan air mata. Menangis berlebih lebih sering terjadi apabila depresi Anda ringan. Orang dengan depresi yang parah kesulitan untuk menangis atau menunjukkan emosi lain.

  • Kecemasan

Semua orang pernah merasa gugup atau cemas. Akan tetapi, saat Anda menderita gangguan kecemasan, Anda akan sering cemas dan gugup, bahkan setiap hari. Gejala kecemasan di antaranya adalah kegelisahan atau lekas marah, kekhawatiran yang berlebih, otot yang tegang, kelelahan, kesulitan fokus atau konsentrasi, dan gangguan tidur.

  • Pseudobulbar affect

Sering menangis sendiri, atau tertawa dan menunjukkan amarah secara tiba-tiba dapat menjadi gejala sebuah kondisi kesehatan yang disebut pseudobulbar affect (PBA). PBA merupakan kondisi atau keadaan neurologis tidak disengaja yang berhubungan dengan cidera atau gangguan pada bagian otak yang mengontrol emosi. Disebut juga dengan istilah inkontinensia emosional, emosi yang tidak terkontrol akibat PBA sering tidak sesuai dengan perasaan yang sedang Anda alami. Karena mengakibatkan gejala yang mirip dengan depresi, salah diagnosa PBA sering terjadi. PBA dapat terjadi pada orang-orang yang memiliki riwayat stroke, menderita penyakit Parkinson, Alzheimer, dan demensia, serta mereka yang menderita penyakit Lou Gehrig dan multiple sclerosis.

  • Jenis kelamin dan kepribadian

Penelitian menunjukkan bahwa wanita sering menangis sendiri dibandingkan dengan pria. Alasan hal tersebut terjadi salah satunya adalah testosterone dapat menghambat aktivitas menangis. Norma budaya juga dapat menjadi alasan mengapa lebih sedikit pria yang menangis apabila dibandingkan dengan wanita.

Beberapa orang lebih sering menangis sendiri dibandingkan dengan orang lain. Bahkan wanita lebih sering menangis dibandingkan dengan pria, bahkan di budaya di mana pria menangis merupakan hal yang lumrah atau wajar. Sering menangis sendiri juga dapat menjadi tanda atau gejala adanya depresi atau gangguan saraf lain. Apabila Anda khawatir dengan kondisi Anda atau orang lain yang sering menangis sendiri, hubungi dokter.

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*