5 Penyakit Ini Ditandai dengan Demam Naik Turun

Demam Naik Turun

Demam adalah kondisi di mana tubuh memberikan respon terhadap serangan bakteri, kuman, virus yang menjadi penyebab infeksi penyakit tertentu. Artinya. saat suhu tubuh seseorang mengalami peningkatan, maka sistem kekebalan tubuh sedang bekerja melawan infeksi penyakit tersebut. 

Seiring waktu, demam akan turun dengan sendirinya saat tubuh berhasil melawan berbagai serangan infeksi. Seseorang dikatakan demam, ketika suhu tubuh berada di atas angka 38 derajat celcius

Lalu, bagaimana jika demam naik turun dan tidak kunjung sembuh? Kondisi ini jangan Anda abaikan. Lebih baik segera memeriksakan diri ke dokter, untuk mengetahui kondisi tubuh serta bisa mendapatkan penangan yang tepat. 

Sebab, ketika Anda mengalami demam naik turun, bisa jadi Anda sedang menderita satu di antara beberapa penyakit ini: 

Demam Berdarah

Demam berdarah memiliki gejala khas demam naik turun dengan suhu yang tinggi selama 2-7 hari pertama. Puncak demam bisa mencapai 40° Celcius atau lebih. Setelah itu, suhu tubuh turun selama beberapa hari, kemudian naik lagi namun tidak setinggi sebelumnya.

Penyakit yang ditularkan oleh gigitan nyamuk aedes aegypti yang terinfeksi virus dengue ini biasanya mewabah di musim hujan. Berikut ini beberapa gejala tambahan yang bisa jadi tanda Anda menderita demam berdarah: 

  • Gejala awal berupa tubuh menggigil, muncul bintik-bintik kemerahan di kulit, dan wajah memerah, yang bisa berlangsung selama 2-3 hari.
  • Sakit kepala parah.
  • Nyeri di belakang mata
  • Nyeri otot dan sendi
  • Letih.
  • Mual dan muntah. 
  • Tidak nafsu makan.
  • Muncul perdarahan akibat penurunan jumlah trombosit, misalnya berupa mimisan.

Berbagai gejala tersebut umumnya muncul 4-7 hari setelah tubuh terinfeksi virus dengue dan berlangsung hingga 10 hari.

Tifus

Tifus adalah penyakit infeksi yang ditandai dengan demam naik turun. Penyakit tifus mudah menular melalui konsumsi makanan atau minuman yang terinfeksi bakteri Salmonella. 

Tifus paling banyak ditemukan di wilayah dengan sanitasi buruk dan akses air bersih yang terbatas.

Pola demam penyakit tifus cenderung naik-turun. Pada pagi hari, suhu tubuh bisa turun, lalu kembali naik sepanjang hari. Biasanya suhu demam akan semakin meningkat dari hari ke hari. Selain demam naik turun, berikut ini gejala lain yang dialami oleh seseorang tifus:

  • Tidak enak badan selama 7-14 hari setelah terinfeksi bakteri. 
  • Sakit perut, diare atau sulit buang air besar.
  • Lemas. 
  • Demam tinggi hingga 39-40° Celcius.

Penyakit tifus harus mendapat penanganan dari dokter. Jika tidak, gejala akan bertambah parah dan berisiko menyebabkan komplikasi yang fatal.

Hepatitis

Hepatitis adalah peradangan yang terjadi pada sel-sel hati dan kerusakan pada hati. Gejalanya bisa serupa seperti demam naik turun dan suhu yang tinggi atau mirip dengan flu ringan, seperti:

  • Kelelahan
  • Tinja yang pucat
  • Hilang nafsu makan
  • Nyeri sendi dan otot
  • Mual dan muntah
  • Sakit perut
  • Mata menguning.

Seseorang dengan hepatitis kronis dapat mengalami gagal hati progresif, yang dapat mencakup gejala-gejala seperti penyakit kuning.

Malaria

Demam naik turun juga bisa menjadi tanda Anda menderita malaria. Penyakit endemik di daerah tropis ini, termasuk di Indonesia, ini ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles yang membawa parasit penyebab malaria.

Gejala malaria biasanya muncul dalam waktu 7-15 hari setelah penderita digigit nyamuk yang membawa parasit malaria. Ada juga yang gejalanya baru keluar satu tahun kemudian.

Pola demam naik turun pada penyakit malaria berlangsung dalam siklus 24-72 jam, tergantung pada jenis parasit yang menginfeksi. 

Selain demam naik turun, gejala awal penyakit malaria adalah:

  • Sakit kepala
  • Tubuh berkeringat
  • Panas dingin
  • Muntah
  • Terkadang disertai nyeri otot, diare, serta badan terasa tidak enak.

Pada awal siklus ini, pasien akan merasa kedinginan dan menggigil. Setelah itu, akan muncul demam yang disertai rasa letih dan banjir keringat. Demam biasanya berlangsung selama 6-12 jam.

Covid-19 

Demam naik turun dapat disebabkan oleh penyakit infeksi lain, seperti Covid-19 atau infeksi virus Corona. 

Jika mengalami demam naik-turun, disertai gejala lain berupa batuk, sesak napas, dan lemas, segera periksakan diri ke dokter untuk memastikan penyakit yang Anda derita. 

Meningitis 

Meningitis adalah peradangan yang terjadi di selaput mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang atau meninges. Pembengkakan akibat meningitis biasanya memicu gejala-gejala seperti sakit kepala, demam naik turun, dan leher kaku.

Beberapa jenis bakteri dapat menyebabkan meningitis bakteri, termasuk Streptococcus pneumoniae (S. pneumoniae) dan Grup B Streptococcus. Jenis meningitis lain termasuk meningitis virus, parasit, jamur, dan non-infeksi, tetapi jenis bakteri adalah yang paling parah.

Gejala meningitis dini dapat menyerupai flu (influenza) yang dapat berkembang selama beberapa jam atau beberapa hari. Gejala meningitis bisa berupa:

  • Demam tinggi tiba-tiba
  • Leher kaku
  • Sakit kepala parah
  • Sulit konsentrasi
  • Kejang
  • Sensitivitas pada cahaya
  • kurangnya nafsu makan.

Untuk memastikan penyakit yang Anda alami saat mengalami demam naik turun, sebaiknya segera datang ke faskes terdekat. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan tes penunjang, seperti tes darah dan urine, untuk menentukan diagnosis.

Setelah penyebab demam naik turun diketahui, dokter lalu akan memberikan penanganan yang sesuai untuk mengobati penyakit dan mencegah komplikasi yang berbahaya.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*