3 Cara Atasi Kondisi Mudah Marah dan Emosi

Marah merupakan salah satu bentuk emosi yang wajar dan bisa dirasakan oleh siapapun. Namun, hal itu tetap harus dikelola dengan baik. Apalagi jika penyebab mudah marah dan emosi ini tidak jelas. Kondisi tersebut harap dijaga agar jangan sampai meledak hingga akhirnya memunculkan konflik baru yang beragam.

Berbagai emosi yang dirasakan ini akan berpengaruh pada tindakanmu. Jika sedang merasakan emosi yang positif, maka tindakan yang mengikutinya juga akan positif, sebaliknya, emosi negatif akan cenderung membuatmu berperilaku negatif pula.

Trauma dan tingkat stres yang tinggi dapat memunculkan sifat pemarah

Ekspresi emosi negatif bahkan dapat membahayakan hubungan pekerjaan, pertemanan, hingga kesehatan diri sendiri. Maka dari itu, penting bagi kamu untuk mengetahui cara mengendalikan emosi atau cara mengekspresikannya secara tepat. Terlebih jika penyebab mudah marah dan emosi tersebut tidak jelas.

Cara Mengendalikan Emosi yang Bisa Anda Coba

Berikut ini adalah beberapa cara mengendalikan emosi negatif yang bisa dicoba:

1. Berpikiran dan bersikap positif

Kamu mungkin tidak dapat mengubah situasi buruk yang menimpamu. Namun kamu bisa mengubah sudut pandang dalam melihat situasi tersebut menjadi lebih positif.

Misalnya, saat merasa kecewa karena mendapat banyak kritik pada presentasi yang baru saja kamu berikan. Pada situasi seperti ini, cobalah pikirkan sisi positifnya bahwa kritik tersebut sebenarnya dapat bermanfaat bagi pertumbuhan karier kelak.

Selain itu, coba tenangkan diri dengan mengambil napas panjang lalu tutup matamu. Sadarilah keberadaan, perasaan, dan pikiranmu saat ini, termasuk keadaan sekitarmu. Hal ini dapat membuat kamu lebih sadar dan bersikap lebih positif dalam merespons segala sesuatu.

2. Hindari situasi yang bisa memicu munculnya emosi negatif

Hindarilah situasi yang bisa membuatmu merasakan emosi negatif. Sebagai contoh, jika mudah kesal saat terburu-buru atau terjebak macet, kamu dapat mengatur waktu untuk berangkat saat arus jalan sedang tidak terlalu macet.

Bila emosi tersebut datang saat melihat media sosial atau bahkan datang saat bersama orang-orang tertentu, tidak ada salahnya kamu beristirahat sejenak dari log in media sosial atau bertemu dengan orang-orang tersebut.

3. Lakukan aktivitas yang menyenangkan

Melakukan aktivitas yang menyenangkan dapat membawa pengaruh positif bagi hidupmu, misalnya:

Berolahraga. Kegiatan ini tidak hanya menyenangkan, namun juga merupakan sarana untuk mengelola stres. Yoga, tai chi, dan aerobik merupakan beberapa contoh latihan fisik yang baik bagi kesehatan mental.

Mempelajari kemampuan baru seperti mempelajari bahasa ataupun alat musik dapat membangkitkan kepercayaan diri dan menjadi salah satu cara yang baik untuk mengendalikan emosi.

Menjaga komunikasi dengan orang-orang terdekatmu, seperti keluarga, sahabat, atau tetangga, yang bisa membuat kamu merasa nyaman. Keluarga dan sahabat bisa menjadi tempat berbagi ketika kamu sedang menghadapi kesulitan atau permasalahan yang berat.

Memberikan senyum, waktu, atau bantuan untuk orang lain. Semua hal ini dapat membawa pengaruh positif bagi diri sendiri dan juga orang lain. Cobalah untuk mengikuti program bakti sosial, menjadi relawan, atau mendonorkan darah.

Menjaga kesehatan jiwa sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik karena keduanya saling memengaruhi. Jika emosimu terganggu, tubuh juga akan rentan terhadap berbagai penyakit seperti nyeri dada dan tekanan darah tinggi.

Seseorang dapat dikatakan sehat secara emosional ketika ia berhasil mengelola masalah sehari-harinya, misalnya stres pekerjaan, kebiasaan buruk, atau masalah hubungan pertemanan, yang bisa berdampak pada kesehatan jiwa dan raga.

Namun, waspadai jika ternyata yang kamu rasakan bukan sekadar perubahan emosi, melainkan pertanda depresi. Kenali gejala depresi yang biasanya ditandai dengan penurunan suasana hati yang berlangsung lebih dari dua minggu, merasa putus asa, kelelahan yang berlebihan, tidak dapat berkonsentrasi, hilang nafsu makan atau justru makan terlalu banyak, susah tidur atau terus ingin tidur, bahkan terpikir untuk mengakhiri hidup.

Cobalah terapkan tiga cara mengendalikan emosi di atas guna menjaga kesehatan jiwa dan juga ragamu. Jika kamu merasakan adanya gejala depresi serta penyebab mudah marah dan emosi tidak jelas, jangan ragu untuk segera berkonsultasi pada psikolog atau dokter.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*