10 Ciri-ciri Wajah Orang Stres, Kulit Kering hingga Berjerawat

ciri ciri wajah orang stres

Hidup memang tidak akan berjalan mulus. Sangat wajar jika seseorang mengalami stress. Namun, pada tingkatan yang sudah parah, stres bisa berdampak pada kesehatan. Sebenarnya, ciri-ciri wajah orang stres dapat dilihat dengan mudah.

Saat seseorang merasa senang maupun stres, biasanya dengan jelas akan terlihat dari wajahnya. Ciri-ciri wajah orang stres biasanya akan memiliki kantong mata, berjerawat, dan masalah kulit lainnya. Selengkapnya bisa dibaca pada artikel berikut ini.

Ciri-ciri Wajah Orang Stres

Kenapa saat seseorang sedang stres dengan mudah bisa terlihat dari wajah? Sebab, ketika tubuh stres, maka tubuh akan memproduksi hormon yang berefek negatif pada kulit. Selain itu, ada juga kebiasaan buruk yang dilakukan ketika seseorang merasa stres. Sehingga kebiasaan ini tanpa sadar dapat berpengaruh buruk pada tubuh.

Berikut ciri-ciri wajah orang stres yang perlu diketahui.

  • Kantong Mata

Pada orang stres, kantong matanya akan terlihat lebih cekung. Lagipula, otot yang menopang area sekitar mata ini akan berkurang kinerjanya dan menjadi lebih lemah seiring bertambahnya usia. Kondisi ini sebenarnya turut berperan membuat kantong mata menjadi lebih cekung.

Saat stres, siklus tidur seseorang akan terganggu dan menjadi berantakan. Tidur yang kurang akan membuat area sekitar mata menjadi lebih gelap, kantung mata, hingga kerutan juga meningkat.

  • Wajah Berjerawat

Jerawat yang muncul karena stres kronis tidak dapat diatasi dengan produk perawatan kulit tercanggih sekalipun. Hal ini karena adanya aktivitas hormon stres yang disebut kortisol membuat hipotalamus memproduksi CRH (cotricotrophin-releasing hormone).

Hormon inilah yang memicu produksi minyak di kulit meningkat dan membuat pori-pori tersumbat. Ditambah lagi dengan banyaknya kotoran yang menumpuk di permukaan kulit sehingga menyebabkan munculnya jerawat.

Bahkan, menurut penelitian, jerawat salah satunya dipicu oleh stres. Selain itu siklus tidur berantakan, menstruasi, hingga konsumsi alkohol berlebihan.

  • Muncul Kerutan di Wajah

Stres perlu diatas agar wajah tidak dipenuhi kerutan atau keriput lebih cepat. Ketika Anda sednag stres, protein pada kulit akan berubah sehingga elastisitas kulit pun ikut menurun. Jadi tidak heran ketika seseorang mengalami stres, muncul juga keriput di wajahnya.

  • Kulit Kering

Stres dapat mengganggu fungsi lapisan pada kulit yang bernama stratum corneum. lapisan ini berfungsi melindungi kulit lapisan lebih dalam karena mengandung protein dan lipid. Ketika lapisan stratum corneum tidak bekerja optimal, maka kulit akan menjadi kering disertai juga dengan rasa gatal. Selain itu, kemampuan kulit menyimpan air untuk menjaga kelembapan juga turut berkurang.

  • Ruam Kulit

Saat banyak pikiran, mungkin Anda pernah merasakan gatal dan muncul ruam. Ternyata ini normal terjadi saat seseorang sedang banyak pikiran. Kondisi ini merupakan efek stres yang mengganggu sistem imun tubuh. Saat sistem imun tubuh lemah, bakteri yang ada di pencernaan dan di kulit tidak seimbang sehingga muncul ruam kemerahan.

Terlebih pada orang yang sudah memiliki masalah kulit seperti eksim, psoriasis, maupun dermatitis kontak, akan muncul ruam yang dipicu oleh stres.

  • Mengernyitkan Dahi

Seseorang tanpa sadar akan mengernyitkan dahi dan alisnya saat sedang stres. Bahkan kondisi ini bisa terjadi terus menerus dalam sehari. Kondisi seperti ini akan memicu terjadinya kerutan di wajah.

  • Wajah Merah dan Berkeringat

Wajah akan menjadi merah beberapa saat saat seseorang mengalami stres. Hal ini terjadi karena orang stres akan bernapas lebih cepat tanpa disadari sehingga membuat napasnya lebih pendek. Hal ini mirip saat seseorang berolahraga, stres bisa membuat seseorang berkeringat. Bahkan ada juga disertai masalah lain seperti cemas yang berlebihan.

  • Muncul Masalah pada Gigi dan Rahang

Selain di wajah, bagian gigi dan rahang juga bisa menimbulkan masalah ketika seseorang melakukan kebiasaan buruk saat merasa stres.

Saat stres, tanpa disadari seseorang suka menggertakkan gigi sehingga menjadi kebiasaan buruk yang dapat merusak gigi.

Kebiasaan yang tidak baik ini juga dapat berubah menjadi kelainan sendi rahang.

  • Rambut Rontok dan Beruban

Stres yang terus menerus membebani pikiran akan membuat siklus pertumbuhan rambut mengalami masalah. Hal ini akan menyebabkan terjadinya telogen effluvium, yaitu kondisi rambut rontok dalam jumlah sangat banyak.

Selain itu, stres juga membuat rambut beruban, Hal ini karena hilangnya stres punca akibat aktivitas saraf simfatik yang terjadi saat stres. Padahal sel ini berfungsi memproduksi pogmen warna rambut.

  • Wajah Terlihat Lelah

Ciri-ciri wajah orang stres terakhir adalah, kulitnya akan terlihat kusam dan lelah. Hal ini karena terganggunya produksi kolagen dalam kulit. Selain itu, saat stres juga akan mengganggu produksi melanin yang bertugas memberikan warna pada kulit.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*