Rasakan Manfaat Bernyanyi sebagai Upaya Terapi Mental

Bernyanyi merupakan kegiatan yang seringkali dilakukan sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari. Selain sebagai sarana hiburan, ada banyak manfaat bernyanyi yang sangat baik, khususnya bagi kondisi kesehatan mental.

manfaat bernyanyi

Secara khusus, manfaat bernyanyi akan semakin terasa apabila kegiatan bernyanyi dilakukan bersama-sama dalam kelompok. Mengobati masalah kesehatan mental dengan bernyanyi menjadi salah satu upaya pengobatan dari terapi musik.

Bagaimana bernyanyi dapat mengobati masalah kesehatan mental?

Pemanfaatan bernyanyi sebagai upaya pengobatan kesehatan mental didasari pada pemahaman era Yunani kuno. Menurut pemahaman tersebut, musik dan suara bisa menjadi metode penyembuhan yang efektif, secara khusus pada orang-orang yang membutuhkan bantuan secara mental.

Dalam sejarah, telah terbukti bahwa musik berhasil meningkatkan moral para pasukan militer saat berperang serta mendukung seseorang untuk bekerja dengan lebih cepat dan produktif. Sementara, di masa kini, berbagai penelitian telah dilakukan untuk membuktikan bahwa musik mampu meningkatkan fungsi kekebalan tubuh, meningkatkan kesehatan bayi prematur, dan mengatasi stres.

Bernyanyi, sebagai bagian dari terapi musik, bekerja berdasarkan metode yang digunakan. Terapi umumnya dilakukan pada sesi khusus dengan terapis dengan mendengarkan musik melalui instrumen ataupun dari speaker. Pasien akan diajak untuk turut bernyanyi mengikuti irama musik selama sesi terapi tersebut.

Saat bernyanyi, Anda akan merasakan pengalaman yang menyenangkan dan positif. Ada rasa kepuasaan yang ditimbulkan setelah sukses bernyanyi. Hal ini mendukung proses pengobatan masalah mental yang diderita.

Selain itu, selain menyembuhkan kondisi mental, manfaat bernyanyi juga dapat dirasakan pada kondisi fisik. Ketika bernyanyi, tubuh akan menyesuaikan diri melalui gerakan bernapas yang lebih dalam dan membentuk pola baru saat mengikuti irama musik. Gerakan pernapasan yang berbeda akan mendukung aliran oksigen ke otak dengan lebih maksimal.

Penyakit yang bisa disembuhkan dengan bernyanyi

Selain mengobati kesehatan mental, bernyanyi juga bisa memberikan manfaat bagi kondisi medis tertentu. Secara khusus, bernyanyi bisa mengobati kondisi:

  • Demensia
  • Autisme atau kesulitan belajar
  • Kanker
  • Gangguan perilaku atau kejiwaan
  • Gangguan kecemasan
  • Depresi
  • Stres pasca trauma

Meski dipercaya bisa mengobati kondisi kesehatan mental, bernyanyi tidak bisa dijadikan sebagai satu-satunya upaya pengobatan. Aktivitas ini sebaiknya dikombinasikan juga dengan upaya pengobatan lain untuk memperoleh hasil yang lebih maksimal. Selain itu, tidak semua jenis penyakit mental bisa disembuhkan dengan bernyanyi.

Tidak hanya mengobati pasien dengan penyakit psikologis tertentu, bernyanyi juga bisa membantu Anda dalam menjalani aktivitas sehari-hari secara normal. Kegiatan ini mampu mendukung kinerja harian dan mengontrol pikiran saat beraktivitas.

Sebagai bagian dari terapi musik, manfaat bernyanyi pada aktivitas sehari-hari dapat berupa:

  • Mengurangi resiko stres
  • Meningkatkan kualitas tidur
  • Menurunkan kadar kolesterol
  • Menurunkan tekanan darah
  • Mengontrol kemampuan menahan rasa sakit
  • Mengurangi perubahan suasana hati yang drastis dan terus-menerus
  • Mengurangi resiko terkena penyakit stroke

Bernyanyi secara berkelompok

Menurut penelitian, secara khusus bernyanyi bisa memberikan dampak yang lebih signifikan apabila digabungkan dengan aktivitas yang melibatkan kegiatan sosial. Kombinasi dari bernyanyi dengan kegiatan sosial secara berkelompok akan memberikan rasa memiliki dan kesejahteraan yang berlangsung selama beberapa hari.

Selain itu, bernyanyi juga menjadi sarana bagi orang-orang dalam suatu kelompok sosial untuk saling berkomunikasi dan berbagi. Hal ini berguna bagi orang-orang yang memiliki kecemasan sosial dan kepercayaan diri yang rendah. Bernyanyi seorang diri tetap bisa memberikan manfaat dan mendukung aktivitas sehari-hari. Meski begitu, manfaat bernyanyi akan semakin terasa apabila kegiatan tersebut dilakukan secara bersama-sama dalam kelompok. Bernyanyi dengan orang-orang lain akan memberikan dukungan lebih untuk proses penyembuhan masalah kesehatan psikologis.

Tags: ,

Gerakan untuk Mengatasi Sakit Rahang

Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi sakit rahang adalah dengan pijatan lembut. Pijatan pada rahang mampu meredakan rasa nyeri dengan melemaskan otot yang kencang dan melancarkan peredaran darah. Anda bisa melakukan pijatan beberapa kali dalam sehari dengan mengikuti tips berikut ini:

  • Sebelum memijat, cuci tangan terlebih dahulu
  • Buka mulut, lalu gunakan jari tjjelunjuk dan jari tengah untuk memijat daerah di depan telinga yang merupakan tempat sendi temporomandibular. Pijat dengan Gerakan memutar atau sircular motion pada kedua sisi. Setelahnya, lakukan pijatan dengan mulut tertutup.
  • Pijatan juga dilakukan di bagian dalam mulut. Buka mulut dengan raba bagian otot yang nyeri.
  • Pijat leher pada kedua sisi. Otot leher juga berperan dalam pergerakan sendi rahang. Saat terjadi sakit rahang, umumnya otot leher akan terasa tegang.

Selain dengan pijatan, ada juga Gerakan Latihan pada rahang yang dapat membantu meredakan nyeri. Latihan pada rahang bisa memperkuat otot rahang dan melemaskan otot. Selain itu, juga dapat meningkatkan mobilitas sendiri rahang dan merangsang terjadinya penyembuhan.

Gerakan Olahraga Rahang untuk Menghindari Sakit Rahang

  • Gerakan relaksasi rahang

Caranya dengan memposisikan lidah di bagian atas mulut (belakang gigi depan rahang atas), kemudian buka mulut secara perlahan.

  • Gerakan goldfish membuka sebagian

Seperti pada gerakan pertama, posisikan lidah di bagian atas mulut. Letakkan satu jari pada sendi rahang (di bagian depan telinga). Letakan jari tengah atau telunjuk tangan lainnya pada dagu. Buka rahang sebagian kemudian tutup kembali.

Saat melakukan gerakan, kamu akan merasakan tekanan ringan, tetapi tidak terasa sakit. Lakukan gerakan sebanyak 6 kali dalam satu kali latihan. Ulangilah 6 kali dalam sehari.

  • Gerakan goldfish membuka penuh

Gerakan ini memiliki cara yang sama dengan latihan nomor dua. Perbedannya adalah rahang dibuka sepenuhnya.

  • Tahanan membuka dan menutup mulut

Posisikan ibu jari pada bawah dagu. Buka mulut perlahan melawan tahanan. Tahan 3-6 detik kemudian tutup mulut perlahan.

Tags:

Mengenal Otot Hamstring yang Bisa Sebabkan Cedera Serius

Bagi Anda yang memiliki hobi berolahraga sepakbola atau mengikuti perkembangan jenis olahraga tersebut, mungkin sudah familiar dengan istilah cedera hamstring. Atlet sepakbola dunia seperti Lionel Messi maupun Cristiano Ronaldo pernah mengalami cedera hamstring yang berujung pada tidak dimainkannya mereka dalam pertandingan selama berminggu-minggu lamanya.

Namun, apakah Anda telah mengetahui secara rinci apa itu otot hamstring dan bagaimana ia dapat menyebabkan cedera yang cukup serius, terutama pada atlet?

Apa itu otot hamstring?

Hal dasar yang perlu Anda tahu mengenai otot hamstring adalah merupakan kumpulan dari tiga otot besar yang terletak di belakang paha. Seseorang yang mengalami cedera hamstring akan merasakan ngilu atau sakit yang disebabkan oleh tarikan maupun robekan pada jaringan penyambung otot dan tulang, atau dapat juga salah satu atau lebih dari otot besar tersebut.

Cedera otot hamstring berisiko menimpa orang yang sering melakukan gerakan lari cepat dan berhenti secara mendadak, seperti atlet sepakbola, basket, tenis, pelari, atau bahkan penari.

Secara umum, cedera otot hamstring dibagi menjadi tiga tingkat:

  • Tingkat pertama yang terjadi akibat adanya tarikan bersifat ringan pada otot (strain)/
  • Tingkat kedua ketika otot hamstring mengalami robek sebagian.
  • Tingkat ketiga ketika otot hamstring robek di seluruh bagian.

Cara mengatasi cedera otot hamstring untuk kasus yang ringan cukup dengan mengistirahatkan kaki untuk sementara waktu dan mengompresnya dengan es batu yang dilapisi kain. Anda juga dapat menggunakan obat pereda nyeri yang dijual secara bebas di apotek terdekat. Namun, cedera hamstring yang dialami oleh atlet, seperti Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo tergolong dalam cedera otot hamstring tingkat kedua atau ketiga. Kondisi ini membutuhkan perawatan khusus untuk dapat pulih secara menyeluruh.

Bagaimana mendiagnosis cedera otot hamstring?

Tahap awal diagnosis akan dilakukan dengan pemeriksaan fisik oleh dokter pada bagian lokasi yang dikeluhkan menjadi sumber rasa nyeri atau sakit. Dokter akan menggerakan tungkai pasien ke seluruh penjuru arah untuk memastikan bagian terkena cedera pada ligamen atau tendon. Semnetara itu, cedera otot hamstring dalam tahap serius didiagnosis dengan proses USG atau MRI. Hasil dari pemeriksaan akan menentukan prosedur perawatan dan pemulihan pasien.

Tags:

Kenali Faktor-Faktor yang Memengaruhi Masa Subur Pria

Mencari tahu masa subur pria memang tidak sulit dibandingkan menghitung masa subur pada wanita, tapi, tetap saja para pria tidak boleh mengabaikannya, terutama jika Anda sedang menjalani program untuk memiliki momongan. Secara garis besar, masa subur pria dipengaruhi oleh dua hal yaitu ada atau tidaknya penyakit seperti kanker prostat, sedangkan pengaruh kedua dari faktor usia.

Pengaruh kanker prostat dan masa subur pria

Saat pria menderita kanker prostat, maka ia perlu menjalani serangkaian pengobatan seperti kemoterapi atau terapi radiasi. Radiasi ini bukan hanya membunuh sel-sel kanker, namun juga sel sperma serta merusak testis. Pada pria penderita kanker prostat, masa subur pria juga bisa terhambat karena penderitanya menjalani operasi pada bagian testis atau prostat.

Bedah testis dipilih untuk mengurangi pertumbuhan sel kanker dengan menghentikan produksi testosterone, sedangkan bedah prostat berguna agar kanker tidak menyebar ke bagian tubuh lain. Sayangnya, kedua bedah tersebut juga memiliki efek samping berupa gangguan masa subur pria. Dalam kondisi ini, tidak jarang, pria tersebut pada akhirnya menjadi mandul.

Usia masa subur pria

Faktor lain yang memengaruhi masa subur pria adalah usia. Semakin tua usia pria, maka semakin turun tingkat kesuburannya. Tahukah Anda bahwa pria berada dalam masa subur antara usia 30 hingga 35 tahun? Ya, ketika saat itu, jumlah sperma pria sedang memasuki masa puncak, baik secara kualitas maupun kuantitas. Begitu pun sebaliknya, masa subur pria akan mulai turun saat ia menginjak usia 55 tahun.

Cara meningkatkan kualitas masa subur pria

Sebelum menginjak usia yang sudah tidak produktif lagi, maka tidak ada salahnya jika melakukan berbagai langkah pencegahan agar tidak terkena kanker prostat. Berikut 2 tips mudah yang bisa dilakukan:

  • Jaga pola makan: konsumsi makanan yang bergizi seimbang dan jaga berat badan. Hindari makanan yang tinggi lemak serta lengkapi kebutuhan nutrisi dan vitamin dari produk makanan, bukan suplemen.
  • Olahraga teratur: cara ini dilakukan untuk menjaga kesehatan dan berat badan. Olahraga juga menurunkan risiko kanker prostat jika dilakukan dengan rutin.

Tags:

Mengenal Beragam Komponen Darah

Darah adalah salah satu komponen terpenting dalam tubuh manusia. Fungsi utamanya adalah untuk menyelurkan oksigen ke seluruh jaringan tubuh dan mengeluarkan zat berbahaya. Warna darah yang merah, seringkali digeneralisir sebagai sel darah merah saja. Padahal, ada empat komponen darah yang berbeda. Komponen tersebut tentunya memiliki masing-masing fungsi yang berbeda.

Sel darah merah

Sel darah merah atau eritrosit merupakan komponen sel yang paling banyak ditemukan dalam darah. Sel darah ini memiliki komponen hemoglobin yang memberikan warna khas merah pada darah. Selain memberikan warna, fungsi utama hemoglobin adalah mengantarkan oksigen ke seluruh tubuh dan membawa karbondioksida keluar dari tubuh. Seseorang yang kekurangan sel darah merah akan mengalami kondisi anemia.

Sel darah merah

Leukosit atau biasa disebut sel darah putih berperan memberikan kekebalan bagi tubuh. Jika seseorang mengalami infeksi, sel darah putih akan menyerang untuk membunuh kuman tersebut. Masa hidupnya hanya berlangsung singkat selama 24 jam. Jumlah sel darah putih pun tidak sebanyak sel darah merah. Kenaikkan jumlah sel darah putih menandakan adanya suatu infeksi dalam tubuh. Sel darah putih terdiri atas lima jenis, yaitu basophil, eosinofil, neutrofil, limfosit, dan monosit.

Platelet

Komponen darah platelet atau keping darah berperan penting untuk proses pembekuan darah. Pada saat terjadi luka atau pendarahan dalam organ tubuh, maka platelet akan menutup luka tersebut dengan membentuk suatu gumpalan dan menghentikan pendarahan. Kekurangan jumlah komponen darah ini akan menyebabkan mudah terjadinya pendarahan.

Begitu pun sebaliknya, jika jumlah platelet yang terlalu banyak menyebabkan terbentuknya gumpalan darah yang sewaktu-waktu dapat menyumbat pembuluh darah, seperti di otak yang menyebabkan stroke, dan di jantung yang menjadi serangan jantung.

Plasma darah

Berbeda dari ketiga komponen di atas, plasma darah merupakan komponen darah yang berbentuk cair. Plasma darah membuat komponen darah lainnya dapat mengalir ke seluruh tubuh. Cairan plasma berwarna kekuningan dan dapat bertahan hingga satu tahun dalam keadaan beku.

Di dalam plasma darah juga terdapat protein-protein yang membentuk mempertahankan kontrol volume dan tekanan darah, serta faktor pembekuan yang bekerja Bersama platelet untuk menghentikan perdarahan. Selain itu, terdapat juga komponen yang memberikan kekebalan tubuh.

Tags:

Waspada Kifosis pada Anak yang Sebabkan Poster Tubuh Bungkuk

Postur tubuh yang membungkuk umumnya dikaitkan dengan postur tubuh anggota kelompok usia senior. Namun, hal tersebut tidak menutup kemungkinan bahwa postur tubuh bungkuk dapat terjadi pada kelompok usia muda. Kondisi ini dalam dunia medis disebut dengan kifosis.

Kifosis adalah kondisi terjadinya pelengkungan tulang belakang yang menyebabkan bagian atas punggung terlihat lebih bungkuk dari kondisi normal. Seseorang didiagnosis terkena kifosis hanya jika lengkungan tulang belakangnya melebihi 45 derajat.

Dalam kondisi normal, tulang belakang memang pada dasarnya melengkung pada bagian leher, di punggung atas atau bagian dada, dan juga pada punggung bagian bawah. Namun, pada kondisi kifosis, lengkungan tulang ini terlihat begitu jelas dengan kasat mata. Tidak ada tanda lain yang dapat menunjukkan gejala kifosis selain lengkungan punggung yang secara jelas terlihat bungkuk.

Seseorang yang mengalami kifosis berisiko merasakan sakit punggung, kaku, nyeri tekan pada area tulang belakang, dan juga kelelahan. Kifosis yang terjadi pada usia dini dapat berdampak buruk terhadap pertumbuhan di usia dewasa nanti. Hal ini dikarenakan bahwa tubuh perlu untuk mengompensasi tulang belakang yang tidak normal.

Jika kifosis tidak diatasi, besar kemungkinan kondisi tubuh akan terus memburuk dan menyebabkan penyakit lain, seperti kesulitan bernapas dan makan.

Bagaimana mengatasi kifosis?

Seseorang yang mengalami kifosis perlu untuk melakukan konsultasi dengan dokter ortopedi. Gejala kifosis yang muncul pada anak perlu untuk terus diwaspadai oleh orang tua, mengingat tulang anak masih dalam tahap pertumbuhan setidaknya hingga ia beranjak 14-15 tahun.

Proses mendiagnosis kifosis dilakukan secara bertahap. Mulanya, dokter akan melakukan tes, seperti dengan X-ray atau CT scan dan juga tes kepadatan tulang. Setelah proses tersebut dilakukan, pasien tetap harus menjalani serangkaian terapi dan pengobatan untuk mengurangi gejala kifosis, seperti:

  • Mengonsumsi obat penghilang rasa nyeri, seperti acetaminophen, ibuprofen, atau naproxen sodium, serta obat penguatan tulang.
  • Melakukan olahraga secara ringan, seperti peregangan dan fisioterapi. Dengan cara ini, pasien akan melatih fleksibilitas tulang belakang secara bertahap.
  • Pemasangan brace tulang punggung untuk menyokong postur tulang belakang. Brace punggung ini serupa dengan korset yang umumnya dipasangkan pada anak dengan kifosis ringan hingga sedang. Penggunaan brace punggung ini dilakukan terus menerus hingga anak berhenti masa pertumbuhannya pada sekitar 14-15 tahun.

Tags: ,

Ingin Mengobati Hipertensi? Berikut Pilihan Obatnya

Sudah beberapa waktu lalu, European Medicines Agency dan Food and Drug Administration Amerika Serikat telah menarik sejumlah obat antihipertensi. Penarikan obat jenis tersebut dilakukan karena dugaan efek samping karsinogenik yang dapat memicu kanker yang terkandung dalam pengotor N-Nitrosodimethylamine (NDMA) dan N-Nitrosodiethylamine (NDEA). Obat penangkal tekanan darah tinggi atau yang sering dikenal dengan hipertensi termasuk dalam golongan obat angiotensin receptor blocker (ARB). Jenis obat yang ditarik oleh kedua lembaga tersebut, antara lain irbesartan, losartan, dan valsartan.

Kandungan NDMA dikatakan cukup beracun, terutama untuk kesehatan liver manusia. Dalam pengujian kandungan tersebut di laboratorium, dihasilkan fakta bahwa penggunaan NDMA dalam dosis tinggi pada tikus dapat memicu pengerasan hati atau fibrosis bahkan memicu tumor liver. Memang, kondisi ini baru dapat muncul setelah terkena paparan kronis.

Bagaimana dengan obat hipertensi di Indonesia?

Sejak bulan Juli 2018, Badan Pengawas Obat dan Makanan Indonesia turut menarik obat antihipertensi dan gagal jantung yang memiliki kandungan zat aktif valsartan. Penarikan tersebut kemudian diikuti dengan merilis pernyataan resmi, termasuk jenis obat antihipertensi yang aman dikonsumsi.

Mengenai valsartan, obat ini tergolong sebagai obat keras yang membutuhkan resep khusus dari dokter untuk mengonsumsinya. Penggunaan obat ini bagi pasien tekanan darah tinggi, dapat dikonsumsi secara tunggal maupun bersamaan dengan mengongsumsi obat lain. Valsartan termasuk dalam golongan obat angiotensin receptor blocker (ARB) yang bekerja dengan menenangkan pembuluh darah, sehingga dapat membantu aliran darah menjadi lebih mudah.

Berdasarkan informasi dari BPOM, obat antihipertensi termasuk dalam golongan ARB yang terdampak zat pengotor NDMA dan NDEA dan beredar bebas di Indonesia adalah obat losartan dan valsartan. Obat ini dibuat dengan bahan baku produksi Zhejiang Huahai Pharmaceuticals, Linhai, Republik Rakyat Tiongkok. Kedua obat ini juga ditarik di beberapa negara Uni Eropa karena ditemukannya pengotor N-Nitrosodimethylamine (NDMA). Sementara itu, irbesartan yang ditarik oleh FDA Amerika Serikat dengan bahan baku serupa, tidak terdaftar di Indonesia.

Tags:

Atasi Gejala Wasir dengan Perubahan Gaya Hidup

Wasir adalah istilah untuk suatu kondisi saat pembuluh darah bagian bawah anus besar alias rectum mengalami peradangan dan membengkak. Area terjadi peradangan ini bisa internal atau pun eksternal, dan dua tipe tersebut dapat menimbulkan gejala wasir yang cukup berbeda. Wasir internal terjadi di dalam rectum, yaitu bagian paling bawah dari usus besar. Meskipun cenderung tidak menimbulkan rasa sakit, namun wasir jenis ini terkadang tetap bisa menimbulkan perdarahan.

Sedangkan wasir eksternal biasanya terlihat atau teraba berupa benjolan dan pembengkakan pada anus. Jenis eksternal ini seringnya menimbulkan rasa sakit dan gatal yang hebat di sekitar anus, selain itu juga menyebabkan perdarahan. Pada wasir internal dan wasir eksternal dapat terjadi penggumpalan darah di dalam pembuluh yang mengalami peradangan tersebut, jika terjadi maka akan timbul rasa sakit yang mengganggu.

Pada kasus yang parah, penderita wasir juga bisa mengalami prolapse, yaitu saat pembuluh darah di dalam rectum membengkak hingga ke luar anus. Kondisi tersebut akan terasa menyakitkan walaupun tidak membahayakan nyawa. Berikut beberapa tanda yang bisa dianggap sebagai gejala wasir, antara lain:

  • Perdarahan berwarna merah terang dari dubur tetapi tidak terasa sakit
  • Anus terasa panas dan gatal
  • Timbul rasa nyeri pada anus yang terutama terasa saat duduk
  • Timbul nyeri pada anus saat buang air besar
  • Muncul benjolan lunak di anus

Wasir muncul akibat adanya tekanan pada pembuluh darah kecil yang kemudian menimbulkan pembengkakan dan penumpukan darah. Pembengkakan itu dapat menjadi semakin besar jika sering terjadi peningkatan tekanan. Tekanan pada pembuluh darah rectrum dan anus bisa disebabkan oleh sebagai faktor, seperti:

  • Kekurangan serat sehingga sering konstipasi dan mengejan saat buang air besar
  • Kehamilan, rahim yang membesar bisa meningkatkan tekanan pada dubur dan anus. Selain itu, perubahan hormon saat hamil juga dapat melemahkan otot-otot yang mendukung rectum dan anus.
  • Terlalu lama duduk di toilet
  • Memiliki berat badan yang berlebihan atau mengalami obesitas
  • Sering mengalami diare
  • Menderita kanker usus besar
  • Pernah menjalani pembedahan dubur sebelumnya

Untuk mengatasi gejala wasir, cukup dengan melakukan perubahan gaya hidup yang lebih sehat seperti, perbanyak konsumsi sayuran dan buah-buahan agar asupan serat tercukupi, jangan lupa untuk perbanyak minum air putih.

Tags:

Benarkah Mengkonsumsi Daging Babi Berisiko Terserang Flu Babi?

Jika Anda diminta untuk menyebutkan nama flu yang memiliki embel-embel jenis hewan, mungkin flu burung menjadi jenis flu yang Anda sebutkan pertama kali. Tahukah Anda bahwa terdapat juga jenis influenza lain yang disebut dengan flu babi? Memang, jenis penyakit influenza ini cenderung tidak sepopuler flu burung. Hal ini terjadi lantaran jumlah peternakan di Indonesia tidak begitu banyak dibanding dengan peternakan ayam yang dapat dengan mudah Anda temui, seperti di belakang pekarangan rumah.

Flu babi yang dalam bahasa medisnya disebut sebagai virus H1N1 adalah jenis penyakit influenza yang menyerang babi. Virus ini dapat menginfeksi hidung, tenggorokan, bahkan paru-paru. Infeksi virus babi dapat ditularkan dari hewan babi itu sendiri ke manusia melalui berbagai macam cara. Salah satu cara yang paling rentan adalah ketika seseorang menghirup tetesan (droplet) yang telah terkontaminasi virus. Di samping itu, virus babi (H1N1) juga dapat ditularkan melalui benda yang terkontaminasi, terutama pada bagian mata, hidung, dan mulut.

Lalu, bagaimana penularan virus dengan cara mengonsumsi daging babi itu sendiri? Rupanya, belum terdapat laporan bahwa virus flu babi ditularkan seperti cara tersebut. Penularan virus flu babi hanya mungkin terjadi dengan cara-cara telah disebutkan sebelumnya.

Seperti apa gejala dan penanganan virus flu babi?

Seseorang yang terserang virus flu babi akan memiliki gejala seperti yang disebutkan di bawah ini:

  • Batuk.
  • Demam dalam intensitas yang tak tentu.
  • Mengalami radang tenggorokan.
  • Merasakan hidung tersumbat maupun berair.
  • Mata akan memerah dan berair.
  • Merasakan pegal dan cenderung merasa cepat lelah.
  • Sakit kepala.
  • Mual dan muntah atau bahkan diare.

Gejala ini dapat timbul setelah 1-3 hari seseorang terinfeksi virus. Memang, gejala yang disebutkan serupa dengan gejala flu biasa. Namun, dalam beberapa kasus, flu babi dapat berisiko menyebabkan komplikasi, seperti radang paru (pneumonia), memburuknya penyakit kronis bawaan, seperti penyakit jantung atau asma, mengalami gangguan saraf, baik itu penurunan kesadaran hingga kejang, serta gagal napas.

Jika Anda merasakan gejala-gejala yang disebutkan, maka segera berkonsultasi dengan dokter mengenai kondisi yang Anda rasa. Pemeriksaan dini dapat mencegah risiko penyakit bertambah parah.

Tags:

Mengenal Ampisilin, Obat Antibiotik Serba Guna

Awalnya penisilin ditemukan efektif terhadap bakteri gram positif seperti demam scarlet, paru-paru basah, penyakit menular seksual seperti gonorea, radang selaput otak, dan difteri. Semakin berkembangnya zaman, ditemukan antibiotik baru turunan dari penisilin, yaitu Ampisillin yang poten melawan hampir segala jenis infeksi.

Ampisilin bekerja dengan menghambat pembentukan dinding sel bakteri sehingga bakteri tidak dapat bertambah banyak. Ampisilin tersedia dalam bentuk tablet minum dan suntikan. Ampisilin tablet minum harus dikonsumsi dalam keadaan perut kosong bersamaan dengan 1-2 gelas air mineral untuk meningkatkan penyerapan dan efek obat.

Efek samping Ampisilin yang bisa terjadi diantaranya mual, muntah, penurunan nafsu makan, diare, nyeri perut, gatal-gatal, sakit kepala, kebingungan, dan pusing. Seperti disebutkan sebelumnya, Ampisilin dapat digunakan pada hampir segala jenis infeksi, di antaranya:

  • Infeksi saluran napas
  • Radang selaput otak yang disebabkan oleh infeksi bakteri
  • Sepsis atau infeksi seluruh tubuh dan endokarditis atau infeksi otot dan katup jantung
  • Infeksi sistem pencernaan
  • Infeksi saluran kemih
  • Untuk pencegahan infeksi sebelum dilakukan tindakan operasi

Hindari penggunaan obat Ampisilin jika mengalami kondisi ini

Meskipun obat Ampisilin dapat mengatasi hampir segala jenis infeksi, tetap ada batasan atau kondisi tertentu dimana Ampisilin sebaiknya tidak digunakan, di antaranya seperti pada:

  1. Alergi

Jika Anda pernah mengalami alergi terhadap Ampicilin atau antibiotik golongan penisilin lainnya.

  • Diare akibat Infeksi Clostridium Difficile

Infeksi bakteri bernama Clostridium Difficile. Penggunaan antibiotik yang sembarangan salah satunya dapat membunuh bakteri baik yang ada di usus sehingga bakteri jahat seperti Clostridium Difficile merajalela. Oleh karena itu jika Anda sudah terjadi diare akibat Clostridium Difficile sebaiknya semua antibiotik dihentikan termasuk Ampisillin.

  • Sedang menderita infeksi virus mononucleosis

Pada orang yang sedang menderita infeksi mononucleosis sebaiknya tidak mendapat obat Ampisilin karena dapat mengalami ruam-ruam di sekujur tubuh.

Pastikan untuk membaca petunjuk pada kemasan obat dan mengikuti anjuran dokter dalam menggunakan ampicillin. Ampisilin tablet dan sirop disarankan untuk diminum saat perut kosong, yaitu 1 jam sebelum makan atau 2 jam setelah makan. Inilah sekilas seluk beluk tentang obat Ampisilin. Ingat, selalu gunakanlah antibiotik sesuai petunjuk dokter.

Tags: